
JEMBRANA – Mendukung ketersediaan data berkualitas serta terintegrasi, mulai di tingkat pemerintahan desa/kelurahan, Kecamatan termasuk satuan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkab Jembrana, Senin (29/8/2022) dilaksanakan soft launching Program Jembrana Satu Data Dari Desa (JSDDD) berlangsung di wantilan Pura Jagatnatha.
Peluncuran Program JSDDD ini, yang hanya satu-satunya ada di Kabupaten Jembrana, langsung oleh Bupati I Nengah Tamba.
Hadir pula Forkopimda Jembrana, Dinas Kominfo Provinsi Bali, Badan Pusat Statistik (BPS) Jembrana, Dinas Kominfo Jembrana termasuk perbekel/lurah, Camat se-Kabupaten Jembrana.
Bupati Tamba menerangkan program JSDDD merupakan sebuah inovasi, sekaligus program prioritas pemerintah kabupaten Jembrana, yang sudah dirancang sejak awal 2021. JSDDD ini, untuk mendukung Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia agar data menjadi terpadu untuk kepentingan Negara,” jelasnya.
“Aplikasi JSDDD untuk memudahkan lembaga untuk mensurvey masyarakat, memantau tingkat kemiskinan, kebahagiaan dan tempat tinggal. Jadi melalui JSDDD ini banyak manfaatnya mulai dari bantuan CSR sehingga dapat dialokasikan dengan tepat sasaran,” paparnya.
Menurut Bupati Tamba, dalam JSDDD dilakukan melalui pengintegrasian kebutuhan data pemerintah pusat dan pemerintah daerah termasuk desa. Sehingga diharapkan, seluruh instansi pemerintah menggunakan satu versi data untuk satu objek.
Melalui Data yang terpadu dan berkualitas diharapkan dapat kami gunakan sebagai dasar penentuan arah kebijakan pembangunan demi mewujudkan Jembrana Emas 2026.
Kegiatan ini juga telah mendapat dukungan dan apresiasi dari berbagai pihak di pusat. Seperti Badan Pusat Statistik, Kementerian Desa, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, yang mendukung sepenuh Satu Data Dari Desa.
Sementara Kepala BPS Jembrana Rocky Gunung Hasudungan, selaku pembina Tim forum JSDDD menambahkan JSDDD, hanya satu-satunya ada di Jembrana, kabupaten lain di tanah air belum.
Pengumpulan data JSDDD ini dilakukan secara door to door ke masyarakat melibatkan 800 petugas yang telah dibekali pelatihan. (ara,dha)








