
BULELENG – Pelaksanaan ritual upacara Pecaruan Tawur Agung Kesanga, serangkaian peringatan Hari Suci Nyepi, Tahun Saka 1944 mendapat apresiasi Wakil Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra.
Selain berlangsung aman dan lancar, ritual upacara pecaruan dengan sarana upakara manca sata yang diantarkan sarwa sadhaka juga merupakan upaya menjaga keseimbangan semesta, bhuwana agung dan bhuwana alit.
“Ritual upacara taur agung kesanga, sebagai rangkaian peringatan Hari Suci Nyepi ini kita harapkan dapat membersihkan bhuwana agung dan bhuwana alit,” ungkap Wabup Sutjidra, Rabu (2/3/2022) mengikuti persembahyangan bersama, tawur agung kesanga di Catus Pata Agung, Desa Adat Buleleng.
Wabup Sutjidra didampingi Ketua DPRD Buleleng, Gede Supriatna, Sekda Buleleng Gede Suyasa, Bendesa Adat Buleleng Nyoman Sutrisna serta Ketua Dekranasda Buleleng Nyonya IGA Aries Sujati menandaskan upaya pembersihan melalui tawur kesanga yang dilanjutkan dengan pelaksanaan ritual upacara pengerupukan pada masing-masing rumah warga, diharapkan dapat mengantarkan pelaksanaan catur berata penyepian agar berlangsung lancar.
“Kepada warga masyarakat, saya harapkan dapat melaksanakan catur berata penyepian dengan baik, sebagai wahana introspeksi diri sehingga kedepannya Buleleng menjadi lebih baik. Semoga, dengan introspeksi di tengah pandemi, kita sekalian dalam lindungan Hyang Widhi, Tuhan Yang Maha Esa, dan Covid-19 cepat berlalu,” pungkasnya. (kar,dha)








