
DENPASAR – Tangan terampil I Wayan Sedana, warga banjar Taman Desa Jagapati, Denpasar, membelah bambu menjadi bilah lempeh panjang mampu menghasilkan pundi-pundi rupiah.
Biasanya, sebitan bilah bambu itu digunakan untuk membuat anyaman bedeg. Mendekati hari raya Nyepi, permintaan akan sebitan bambunya semakin meningkat untuk ulatan (anyaman) pembuatan ogoh-ogoh.
Satu sebitan bilah bambu dijual Rp 500 tergantung panjang, bahan dan permintaanya. Kualitas sebitanya pun sangat halus dan panjang. “Kalau sebitan pada kulitnya ini harganya Rp 1.500 sampai Rp 2.000,” ujar ayah tiga anak ini di rumahnya tampatnya bekerja Banjar Taman, Desa Jagapati, Denpasar, Senin (24/1/2022).
Sehari kalau lembur Sedana bisa menghabiskan tiga batang bambu untuk dijadikan sebitan. Bahan baku pun ia dapatkan dari pohon bambu yang tumbuh di tanah miliknya. “Saya dapat dari pohon bambu milik saya, kadang ada orang jawa yang membawakan juga,” terangnya.
Sedana mengakui, saat ini permintaan menurun dibandingkan tahun sebelum covid-19. Namun ia tetap mebuat sebitan tersebut untuk kebutuhan bahan baku lainnya. “Turun jauh, tapi kerjaan saya tiap hari ini,” ujarnya.
Ia pun mengaku tidak memiliki pekerkaan lain selain keahlianya yang di geluti ini. Ia Menceritakan mulai belajar membuat bilah ini sejak umur 10 tahun. Sempat banyak belajar di Bangli. “Dari hasil ini cukuplah hanya untuk kehidupan keluarganya,” ujarnya sambil melayani pembeli. (jay)








