
DENPASAR – Ketua Fraksi Golkar DPRD Bali Wayan Rawan Atmaja berharap masyarakat menyikapi secara positif berbagai kebijakan yang dikeluarkan pemerintah terkait pelaksanaan KTT G20.
Seperti adanya surat dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) beberapa hari lalu terkait pembatalan salah satu rangkaian acara jalur keuangan (Finance Track) di Bali. Pembatalan itu dilakukan karena imbas tingginya penyebaran Covid-19 varian Omicron di luar negeri sehingga dua pertemuan digeser ke Jakarta.
Menurut Wayan Rawan Atmaja, pemerintah pusat telah memiliki pertimbangan yang matang dalam menerbitkan surat tersebut. Sebab agenda yang dibatalkan di Bali dan dipindahkan ke Jakarta yakni penyelenggaraan 2nd Finance and Central Bank Deputies Meetings (FCBD). Atau pertemuan para deputi & 1st Finance Ministers and Central Bank Governors Meetings (FMCBG) atau pertemuan menteri keuangan dan gubernur bank sentral.
“Saya menilai apa yang diputuskan pemerintah pusat sudah pasti mempunyai pertimbangan lain. Mari kita sikapi kebijakan itu secara positif dan jangan emosional, toh Bali sudah kebagian paling banyak event-nya,” ujar Rawan Atmaja saat dikonfirmasi via WhatsApp, Minggu (23/1/2022).
Wayan Rawan Atmaja ini menmenyampaikan dari banyaknya pertemuan G20 yang akan digelar di Bali diharapkan bisa berdampak positif terutama dalam pemulihan perekonomian yang selama ini sangat terpuruk. Bahkan, pertumbuhan ekonomi Bali sempat minus di angka 12.
Mantan Purchasing Manager Hotel ini berharap adanya berbagai event internasional yang diagendakan dalam KTT G20 dan lainnya di Bali dapat membawa dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Terlebih, kehidupan ekonomi masyarakat khususnya di kawasan Nusa Dua selama ini tertumpu pada pariwisata.
“Mudah-mudahan saja KTT G20 bisa membawa dampak positif dan menjadi berkah terhadap pemulihan perekonomian masyarakat Bali,”harap Politisi Golkar asal Bualu, Badung Selatan ini. (arn)








