
DENPASAR – Sutradara Agung Bawantara berharap penayangan film dokumenter drama (dokudrama) ‘Dongeng Rempah’ bisa ditonton siswa SD secara reguler.
Agung Bawantara yang dihubungi, Senin (20/12/2021) mengaku gembira setelah tayangan perdana film itu diputar secara terbatas di ruang audio visual, Gedung Dharma Negara Alaya, Minggu (19/12/2021). Terlebih, pemutaran film dihadiri Ny. Antari Jaya Negara yang merupakan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar.
“Kehadiran beliau menjadi celah masuk agar film tersebut dapat diputar secara reguler untuk anak-anak sekolah dasar di Kota Denpasar,” kata Agung Bawantara yang juga penulis skenario ‘Dongeng Rempah’.
Agung pun berharap penayangan film di sekolah-sekolah setelah berkoordinasi dengan pihak Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi yang merupakan produser dari film tersebut.
Film berdurasi 24 menit berkisah tentang sejarah rempah di Bali dan merupakan satu dari sembilan karya dalam serial “Dongeng Rempah” Produksi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi yang tayang di kanal indonesiana.tv.
Kisah ini merupakan modifikasi dari kisah yang terbabar dalam lontar pengobatan “Taru Pramana” yang sangat terkenal di Bali. Melibatkan kru dan pemeran lokal, film mengisahkan petualangan dua sahabat Tara dan Pramana di tepi Hutan Bali Utara untuk meneliti rempah dan tersesat akibat cuaca buruk.
Dalam usahanya menemukan jalan pulang, keduanya mengalami kecelakaan hingga Tara membentur pokok pohon. Dari peristiwa itu, Tara tiba-tiba bisa berkomunikasi dengan pohon. Dari sebuah pohon besar di hutan itu mereka kemudian memperoleh cerita tentang riwayat tanaman rempah di sekitar hutan tersebut termasuk khasiatnya masing-masing. (sur)








