
KARANGASEM- Pandemi corona telah meruntuhkan perekonomian warga, tidak terkecuali warga Karangasem.
Bahkan dua warga asal Kecamatan Sidemen memilih ikut program transmigrasi tahun 2022.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Karangasem, I Nyoman Suradnya, Minggu (28/11/2021) mengatakan, hingga November tahun ini sudah ada 2 kepala keluarga (KK) yang mendaftar transmigrasi.
Ada kemungkinan jumlahnya akan bertambah, mengingat belakangan beberapa warga intens berkomunikasi berkaitan program tersebut dan semuanya mengaku tertarik.
“Dua KK yang sudah mendaftar transmigrasi berasal dari Kecamatan Sidemen. Semuanya mendaftar di akhir tahun 2021. Tujuannya untuk merubah nasib ditengah pandemi Covid-19,” terangnya.
Dijelaskan, dua KK warga Karangasem yang sudah mendaftar transmigrasi rencananya akan diikutkan pada program tahun 2022.
“Tapi semuanya masih tergantung kuota dari pusat, karena daerah transmigrasi yang dituju sampai sekarang belum diketahui. Tahun 2021 Provinsi Bali mendapatkan kuota calon transmigrasi dari pemerintah pusat sekitar 10 KK. Para calon transmigran ini rencananya akan ditempatkan di di Muna, Sulawesi Tenggara,” ungkapnya.
Saat erupsi Gunung Agung tahun 2017, kata Suradnya, banyak warga yang mendaftarkan diri untuk ikut program transmigrasi.
Tetapi setelah kondisi Gunung Agung normal warga yang sempat mendaftar mengurungkan niat untuk ikut program bertransmigrasi.
“Warga yang ikut program transmigrasi akan dapat tanah dari pemerintah pusat. Yakni tanah pekarangn untuk tempat tinggal dan lahan kosong untuk pertanian agar digarap. Tanah tersebut bisa disertifikatkan setelah tinggal lima tahun,” ungkapnya.
Peserta program transmigrasi, lanjut Suradnya, juga mendapatkan jaminan hidup selama satu tahun. Setiap KK diberikan beras perbulan, dan kebutuhan pokok lainnya. Seperti minyak, jagung, dan bahan yang merasa dibutuhkan, selain itu juga mendapatkan sarana dan prasarana cocok tanam dari pemerintah pusat. (wat,yan).








