
PEMAIN Rugby PON Bali (putih) saat menghadapi Papua di semi final. (wb/pBPONXXPapua)
JAYAPURA – Akibat kurang pemain akhirnya tim rugby 7 putri Bali harus puas meraih medali perunggu saat menghadapi tim DI Yogyakarta pada babak perebutan tempat ketiga pada PON XX 2020 yang dilangsungkan di Lapangan Rugby TNI AU, Kamis 14 Oktober 2021.
Tim Rugby 7 Putri Bali meraih perunggu setelah mengkandaskan DI Yogyakarta dengan skor meyakinkan 17-0. Sedangkan medali emas milik DKI Jakarta da tuan rumah Papua menyabet medali perak.
Kekalahan Rugby Bali sendiri tidak lain karena kekurangan pemain meski pada tahap penyisihan pool tampilan tim rugby 7 putri Bali cukup gemilang. Bali sendiri berada satu Pool yang diisi 7 tim peserta ykani DKI Jakarta, Papua, DI Yogyakarta, Aceh, Banten, Jabar, dan Bali.
Pada babak penyisihan pertama Selasa 10 Oktober 2021 berhasil menang dengan skor 12-0 atas Jawa Barat, kemudian penyisihan kedua Rabu (13/10/2021) kembali berhasil mengalahkan Aceh dengan skor 15 – 5 dan pada hari yang sama pada sore hari kembali berhasil menundukkan Tim Rugby Jogjakarta dengan skor 17-5.
Kemenangan tiga kali itu membawa Bali keluar sebagai juara pool dan mendapatkan tiket otomatis ke semifinal. Tetapi, langkah di semifinal yang dilangsungkan Kamis (14/10) pagi Tim Rugby 7 Putri Bali harus mengakui ketangguhan Tim Rugby tuan rumah Papua kalah dengan skor telak 0 – 20.
“Kami hanya mampu meraih medali perunggu, pemicunya ketika pemain ada lelah, kita kesulitan melakukan pergantian pemain. Dari 7 pemain inti, sisanya 3 pemain sebagai pengganti, jumlah itu sangat terbatas,” kata Ketua Umum Pengprov PCI Bali, I Made Erawan.
Diakuinya, lawan terberatnya Papua menjalani TC Sentralisasi cukup lama, pemain lawan juga unggul fisik. Sementara dari sisi teknik tidak ada masalah.
“Kita kalah di jam terbang, tapi pemain ini masih saya proyeksikan untuk bisa turun di PON XX 2024 di Sumut dan Aceh,” tutup Erawan.(ari)








