
Cokorda Istri Sanistya Rani saat tampil di beregu karate putri. (wb/PBPONXXPapua)
JAYAPURA – Cabang olahraga karate dan atletik sama-sama menyumbangkan masing-masing 1 perunggu pada hari terakhir gelaran PON XX 2020 Papua. Karate menambah satu perunggu di nomor kumite beregu putri yang diperkuat Cokorda Istri Agung Sanistyarani, Ni Made Meriantini, dan Ni Made Nada Dwimayanti saat tampil di GOR Politeknik Penerbangan Kayu Batu Kabupaten Jayapura, Kamis 14 Oktober 2021.
Karate Bali meraih perunggu usai mengalahkan Lampung dengan skor 2-0 namun di semifinal Bali kalah dari DKI Jakarta dengan skor 0-2. Pada perebutan posisi ketiga, Bali berhasil mengalahkan Sulawesi Tengah dengan skor 2-0.
Sebelumnya, tim karate Bali mengukir sejarah dengan mengawinkan medali emas di kumite putra dan putra, lewat I Kadek Krisna Dwi Antara di kumite putra kelas -60 kg serta Cokorda Istri Agung Sanistyarani di kumite putri kelas -55 kg. Sementara satu medali perunggu lewat Ni Made Nada Dwimayanti di kumite putri kelas -68kg.
Sedangkan di cabor atletik, perunggu disumbangkan I Made Gede Antara di nomor lompat tinggi putra saat bertanding di Lintasan Atletik Mimika Sport Center. Gede Antara kebagian perunggu setelah melakukan lompatan setinggi 2,04 meter. Emas disabet atlet DKI Jakarta Risky Ghushafa dengan lompatan setinggi 2,11 meter dan perak melalui atlet Riau, Hariadi Hidayat dengan lompatan setinggi 2,08 meter.
Dengan tambahan 1 medali perunggu, tim atletik Bali total mengemas 4 emas dan 4 perunggu. Dua emas dari Maria Natalia Londa di nomor lompat jauh dan lompat jangkit, Ni Made Eppi Wilantika nomor lompat tinggi, dan Ketut Mertayasa nomor Lari 800 meter.
Perunggu disumbangkan Dewa Made Mudiyasa di lari 200 meter putra, Dewi Ayu Agung Kurniayanti nomor Lari 400 meter putri dan Ni Ketut Cita di lari 1.500 meter putri. (ari)








