
GIANYAR – Kadek Dwi Antara duduk termenung di pinggir jalan. Tatapan mata pria berusia 39 tahun itu terlihat nanar meratapi barang dagangannya yang menyisakan abu di Pasar Blahbatuh, Gianyar, akibat diamuk si jago merah, Selasa 15 Juni 2021.
“Barang yang bisa diselamatkan hanya nilainya kurang lebih Rp 20 juta. Sedangkan yang terbakar kerugiannya sekitar Rp 450 juta,”ucap Dwi Antara dengan nada lesu saat ditemui, Rabu 16 Juni 2021.
Di Pasar Blahbatuh, Dwi Antara membuka empat kios. Ia juga baru menyewa satu kios lagi yang rencananya dibuka pada 19 Juni 2021. Hanya, pria asal Banjar Tubuh, Blahbatuh, itu mengaku sudah banyak berisi barang dagangan. “Tiang (saya) pemilik kios Sarin Biu. Dua kios di depan, tiga di dalam. Satu yang di depan rencana tanggal 19 ini buka dan barang-barang sudah full ,” lirihnya sembari mengusap air mata.
Kerugian yang dialami diperparah dengan barang yang diorder datang lebih cepat. “Semua pedagang termasuk saya lagi banyak stok barang karena musim upacara (ngaben). Barang yang seharusnya datang hari ini, justru kemarin sudah datang,” katanya.
Dwi Antara tidak menyangka datangnya musibah. Selama ini, ia berjualan segala jenis perlengkapan upacara. Kini, Dwi hanya berharap dari uang tabungan yang dikumpulkannya setiap hari. Tak hanya berjualan, pria ini juga aktif dalam kegiatan penanganan sampah plastik dan suprort beras di desanya. “Dari berdagang di sini, saya bisa menyumbang beras dalam kegiatan plastik exchange,” ujarnya.
Dengan situasi itu, ia pun berharap pemerintah bisa segara menyiapkan tempat relokasi. “Kita juga tahu sekarang ini pemerintah juga susah. Mudah-mudahan bisa cepat disediakan lahan rekolaksi agar kembali bisa berjualan,” harapnya. (jay)








