
KUTSEL – Setahun pascapembongkaran bangunan yang melanggar aturan, penataan secara masif di kawasan Pantai Bingin, Kuta Selatan, masih belum terlihat nyata. Sejauh ini, pengerjaan yang terealisasi baru sebatas perbaikan sederhana pada akses menuju pantai.
Meski demikian, langkah ke arah penataan komprehensif kini kabarnya sudah mulai berprogres. Bendesa Adat Pecatu, I Made Sumerta mengungkapkan, komunikasi antara pemerintah dan masyarakat terkait konsep penataan kawasan tersebut telah dilakukan sekitar sepekan lalu.
“Sudah ada komunikasi dan para prajuru pun telah diundang. Kami menyampaikan masukan-masukan untuk penyempurnaan,” ujar Sumerta saat dihubungi pada Kamis (23/7/2026).
Pihaknya berharap, seluruh aspirasi warga, khususnya para pelaku usaha lokal yang telah lama beraktivitas di kawasan Pantai Bingin, dapat diakomodir oleh pemerintah sepanjang memungkinkan.
“Harapan saya, apa yang menjadi masukan dari masyarakat, jika memang memungkinkan, agar bisa diakomodir. Yang terpenting bagi kami, komunikasi dengan masyarakat terus berjalan, dan aspirasi warga tetap menjadi perhatian dalam penataan nanti,” imbuhnya.
Menyinggung mengenai skema pengelolaan kawasan pascapenataan nanti, Sumerta menyebutkan bahwa opsi yang diusulkan adalah pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUB). Melalui wadah ini, para pelaku usaha lokal akan mengelola kawasan secara terpadu. “Dahulu masing-masing sendiri. Nanti ini menjadi kelompok usaha bersama. Tentu dalam hal ini perlu penyesuaian, baik pengelolaan maupun pembagian pendapatan. Yang penting tetap harmonis,” pungkasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung, I Nyoman Karyasa memastikan, penataan Pantai Bingin tahap pertama akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Jika tidak pada bulan Juli ini, mqka pada Agustus nanti. “Pemenang tender sudah ada dan sekarang memasuki masa sanggah. Artinya Juli sampai Agustus ini sudah mulai dikerjakan,” ungkapnya.
Perapian bekas bongkaran, sambung dia, menjadi fokus utama dalam pekerjaan awal ini. Langkah itu kemudian akan dilanjutkan pembuatan akses turun ke pantai, kemudian utilitas seperti jaringan air, toilet, serta penanaman vegetasi.
Di samping itu, pihaknya juga akan melakukan pematangan lahan sebagai persiapan untuk penataan lanjutan. Sejumlah ruang nantinya disiapkan agar dapat dimanfaatkan sebagai lokasi usaha yang sesuai dengan fungsi kawasan.
“Kita lakukan pematangan lahan. Nanti kalau ada ruang yang memang bisa dimanfaatkan untuk kedai makan dan minum, akan disiapkan. Tetapi itu bukan pada tahap pertama. Itu masuk tahapan berikutnya,” jelasnya.*








