
KARANGASEM – Belasan kepala sekolah dasar (SD) di Kabupaten Karangasem bersama konsultan perencanaan berangkat ke Surabaya untuk mengikuti proses verifikasi bantuan revitalisasi yang dilaksanakan Kementerian Pendidikan, Rabu (22/7/2026).
“Hari ini ada 13 kepala sekolah dasar yang berangkat ke Surabaya untuk memenuhi panggilan terkait proses verifikasi bantuan revitalisasi sekolah dari Kementerian Pendidikan,” kata Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karangasem, I Gusti Bagus Budiadnyana.
Budiadnyana menyampaikan, apabila verifikasi dinyatakan memenuhi syarat, sekolah akan melanjutkan ke tahap penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS). Tahapan tersebut menjadi dasar pencairan dana revitalisasi yang besarannya disesuaikan dengan kondisi bangunan masing-masing sekolah.
Ia menjelaskan, untuk jenjang SD nilai bantuan berkisar antara Rp400 juta hingga Rp800 juta per sekolah, sedangkan bantuan revitalisasi bagi SMP dapat mencapai miliaran rupiah.
“Kalau SD rata-rata bantuan berkisar Rp400 juta hingga Rp800 juta, tergantung kondisi sekolahnya. Sementara untuk SMP nilainya bisa mencapai miliaran rupiah. Harapan kami seluruh sekolah yang mengikuti verifikasi ini bisa lolos,” katanya.
Sebelumnya, Disdikpora Karangasem mengusulkan 86 ruang kelas dari jenjang TK, SD, dan SMP agar memperoleh program revitalisasi. Setelah melalui survei lapangan oleh tim kementerian, sebanyak 30 sekolah dinyatakan memenuhi persyaratan untuk menerima bantuan.
Namun, penetapan penerima dilakukan secara bertahap sesuai skala prioritas pemerintah pusat. Tahun ini, sekolah yang telah memasuki proses terdiri atas lima TK, lima SMP dari total 10 sekolah yang direncanakan, serta 20 SD.
“Untuk SD, satu sekolah sudah lebih dulu berproses, 13 sekolah hari ini berangkat ke Surabaya untuk tahapan verifikasi dan PKS, sedangkan sisanya masih menunggu panggilan pada tahap berikutnya,” jelasnya.
Disdikpora berharap seluruh tahapan dapat berjalan lancar sehingga semakin banyak sekolah di Karangasem yang memperoleh bantuan revitalisasi. Program tersebut dinilai penting untuk memperbaiki kondisi sarana dan prasarana pendidikan sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih nyaman dan berkualitas.
“Semoga semua proses berjalan lancar dan semakin banyak sekolah di Karangasem yang memperoleh bantuan revitalisasi, sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan fasilitas yang lebih layak dan berkualitas,” tandas Budiadnyana. (*)








