
DENPASAR – Gemerlap panggung seni dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 tak hanya ditopang oleh kreativitas para seniman, tetapi juga oleh keandalan pasokan listrik yang memastikan setiap pertunjukan berjalan tanpa hambatan. Untuk mendukung kelancaran pesta budaya terbesar di Pulau Dewata tersebut, PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bali Selatan menyiagakan sistem kelistrikan berlapis di kawasan Ardha Candra Art Centre Denpasar.
Ribuan pengunjung yang memadati arena PKB setiap hari dapat menikmati berbagai pementasan seni, tari, musik, dan budaya dengan nyaman berkat dukungan infrastruktur kelistrikan yang disiapkan secara khusus. PLN memastikan seluruh kebutuhan listrik untuk panggung utama, tata suara, pencahayaan, layar LED hingga fasilitas pendukung lainnya tetap beroperasi optimal selama rangkaian acara berlangsung.
Sebagai langkah antisipasi, pasokan listrik utama disuplai dari jaringan PLN yang terhubung dengan Gardu Induk Sanur dan diperkuat dengan jalur cadangan. Tak hanya itu, PLN juga menyiapkan perangkat Uninterruptible Power Supply (UPS) berkapasitas 250 kVA dan 100 kVA guna menjaga kontinuitas listrik apabila terjadi gangguan pada sistem utama.
Manager PLN UP3 Bali Selatan, Alexander J. Manuhuwa, menegaskan bahwa keandalan kelistrikan menjadi faktor penting dalam mendukung suksesnya penyelenggaraan PKB yang setiap tahun menjadi magnet bagi masyarakat dan wisatawan.
“PKB merupakan ikon budaya Bali yang selalu mendapat perhatian luas. Karena itu kami memastikan sistem kelistrikan berada dalam kondisi andal melalui skema pengamanan berlapis serta dukungan personel siaga di lapangan. Kami ingin masyarakat dapat menikmati seluruh pertunjukan dengan aman dan nyaman,” ujarnya, Rabu (24/6/2026).
Selain menyiapkan sistem cadangan, PLN juga menempatkan petugas siaga yang melakukan pemantauan berkala terhadap jaringan dan peralatan pendukung selama acara berlangsung. Langkah preventif ini dilakukan untuk memastikan potensi gangguan dapat ditangani dengan cepat sehingga tidak mengganggu jalannya pertunjukan.
Salah seorang pengunjung PKB asal Denpasar, Surya, mengaku kenyamanan selama menikmati pertunjukan menjadi salah satu faktor yang membuat masyarakat betah berlama-lama di arena festival.
“Ketika fasilitas pendukung berfungsi dengan baik, penonton bisa lebih fokus menikmati penampilan para seniman. Suasana acara pun terasa lebih nyaman,” katanya.
Dukungan kelistrikan yang andal menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas penyelenggaraan PKB 2026. Di balik setiap tarian, tabuh, dan pertunjukan yang memukau penonton, terdapat kesiapan infrastruktur yang bekerja tanpa henti untuk memastikan panggung budaya Bali tetap menyala dan dapat dinikmati masyarakat hingga akhir perhelatan. (sur)








