
KUTSEL – Masyarakat Pecatu “ketog semprong” mengikuti prosesi Melasti di Pantai Labuan Sait, Rabu (24/6/2026). Prosesi sakral ini merupakan rangkaian dari gelaran upacara adat keagamaan Pujawali Padususan Agung dan Tawur Balik Sumpah Agung di Pura Luhur Uluwatu.
Dalam prosesi ini, Ida Betara Pura Luhur Uluwatu, Auban, dan Prasanak Ida Betara menuju Pantai Labuan Sait, Pecatu. Seusai diupacarai di pantai, iring-iringan beranjak menuju Beji Uluwatu. “Di sana jenek, aturan ayaban, dan setelah itu baru iring-iringan menuju Pura Luhur Uluwatu,” beber Bendesa Adat Pecatu, Made Sumerta.
Tawur Balik Sumpah Agung, sambung dia, dijadwalkan telaksana pada 3 Juli mendatang di Nista Mandala. Sementara puncak Pujawali, akan dilaksanakan pada Anggara Kliwon Medangsia, 7 Juli 2026. “Nanti Ida katur Pujawali di Pura Pererepan pada malam hari sekitar jam 8,” imbuhnya.
Diakuinya, rentetan Pujawali tahun ini terbilang berbeda dengan Pujawali biasa yang rutin terlaksana setiap 6 bulan. Karena dalam Pujawali saat ini, juga dirangkaikan dengan Pedudusan Agung. “Kalau Pujawali biasanya, itu didahului katur Pujawali di Pererepan. Setelah itu baru Ida Betara lunga ke Uluwatu. Sementara sekarang ini, karena Pujawali ditambah dengan Pedudusan Agung, sehingga ada Pemelastian,” jelasnya.
Untuk Penyineban, sambung dia, akan dilaksanakan pada 14 Juli mendatang. Sementara untuk prosesi Nyegara Gunung, yakni pada 18 Juli 2026.
“Harapan kita dengan rangkaian prosesi ini, kita selaku pengemong Pura Luhur Uluwatu bisa guyub ngatur ayah dan bhakti majeng Ida Betara. Karena ini memang sudah menjadi warisan dari sejak dahulu. Apalagi atas paswecan Ida Betara juga, keberadaan Pura Uluwatu telah secara nyata memberikan kesejahteraan bagi masyarakat melalui sektor pariwisata,” tutupnya.*








