
KUTA – Tumpukan sampah masih menghiasi sejumlah titik Pantai Kuta. Selain menjadi pemandangan yang tidak elok di kawasan wisata, baunya yang tidak sedap juga mengundang datangnya lalat.
Pengelola DTW Pantai Kuta, I Nyoman Arya Arimbawa tidak memungkiri hal tersebut. Namun dia memastikan, pihaknya sudah mengambil langkah penyikapan berupa penutupan dengan terpal.
Namun itu, sambung dia, hanyalah bersifat sementara. Pengangkutan akan segera dilakukan secara bertahap dengan menggunakan truk sewaan.
Kuat dugaan, sampah-sampah tersebut berasal dari luar kawasan. Karenanya, kini pengawasan ditingkatkan, guna mengantisipasi berlanjut dan terulangnya kejadian serupa.
“Setelah dicek petugas, indikasinya sampah dari luar. Ini yang jadi kendala, karena bukan murni sampah dari aktivitas di pantai,” sambungnya.
Pengawasan bahkan akan dilakukan melalui pemasangan CCTV. Kamera pengawas tersebut rencana ditempatkan pada sekitar dua titik yang dianggap paling rawan.
Di sisi lain, Arya tidak memungkiri bahwa fenomena tumpukan sampah tersebut juga sudah mulai dikeluhkan oleh akomodasi wisata sekitar. Terutama berkenaan dengan bau tidak sedap yang ditimbulkan.
Menurut informasi yang diterima Warta Bali, bahkan ada salah satu hotel sekitar yang sampai menerjunkan petugas pest control. Yakni dalam rangka mengendalikan lalat, agar tidak terlampau banyak dan masuk ke area hotel. (adi)








