
KLUNGKUNG – Pemkab Klungkung mulai menyiapkan langkah konkret untuk menangani dampak bencana abrasi di Pantai Monggalan, Desa Kusamba. Dua skema bantuan disiapkan bagi warga terdampak, yakni relokasi melalui pembangunan rumah deret serta program bedah rumah bagi warga yang telah memiliki lahan pengganti.
Kebijakan ini diharapkan menjadi solusi atas ketidakpastian nasib warga yang selama ini dihantui ancaman abrasi. Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk tetap hadir membantu masyarakat terdampak.
Ia mengungkapkan, pemerintah daerah telah melakukan sejumlah langkah, termasuk turun langsung menemui warga korban abrasi pada Februari 2026 lalu. Dalam kunjungan tersebut, selain memantau kondisi di lapangan, juga dilakukan pendataan warga terdampak serta kebutuhan penanganan ke depan.
Proyek Rumah Deret Korban Abrasi Kusamba Gabeng, Anggaran Belum Jelas Muncul Tarik Ulur Tugas
“Dari laporan perbekel, ada 10 kepala keluarga terdampak abrasi. Kami kemudian berkoordinasi dengan BPBD, Dinas PU, dan Dinas Sosial untuk merumuskan langkah penanganan,” ujar Tjokorda Gde Surya Putra, Selasa (21/4/2026).
Awalnya, Pemkab Klungkung berencana merelokasi warga ke lahan milik Pemerintah Provinsi Bali di Desa Kusamba dengan luas sekitar 5–6 are dan membangun rumah deret di lokasi tersebut. Namun setelah dilakukan penelusuran, status lahan tersebut tidak jelas sehingga rencana tersebut dibatalkan.
Sebagai alternatif, pemerintah daerah mengarahkan relokasi ke rumah deret yang sudah ada di Desa Sulang, yang dinilai masih memungkinkan untuk penambahan unit hunian.
Pemkab kemudian menggelar rapat koordinasi di Kantor Desa Kusamba dengan melibatkan warga terdampak. Dalam pertemuan itu, dilakukan pendataan ulang terhadap warga yang bersedia direlokasi ke rumah deret di Desa Sulang. Bahkan, pemerintah desa diminta mengajak perwakilan warga untuk melihat langsung kondisi hunian tersebut.
Hasilnya, dari 10 kepala keluarga terdampak, hanya dua keluarga yang menyatakan bersedia direlokasi ke rumah deret. Sementara enam keluarga lainnya telah memiliki lahan pengganti dan akan mendapatkan bantuan bedah rumah, sedangkan dua keluarga tidak mengajukan permohonan bantuan.
“Dua KK akan dibangunkan rumah deret, sedangkan enam KK yang sudah punya lahan akan dibantu melalui program bedah rumah,” jelasnya.
Ia menambahkan, anggaran untuk penanganan tersebut telah disiapkan melalui pos belanja tidak terduga dan dipastikan segera direalisasikan tahun ini sesuai instruksi Bupati Klungkung.
Pembangunan rumah deret akan dilaksanakan secara swadaya dengan melibatkan Tim Taruna Siaga Bencana (Tagana), sementara program bedah rumah akan dilakukan secara swakelola oleh penerima bantuan.
Untuk fasilitas pendukung seperti listrik dan air bersih, pemerintah memberikan keleluasaan kepada penerima bantuan untuk mengupayakannya secara mandiri sesuai kebutuhan masing-masing.(yan)








