
KLUNGKUNG – Bupati Klungkung, I Made Satria, membuka Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Catur Bali Tahun 2026 di Gedung Balai Pesamuan Kerti Widya Mandala SMA Pariwisata Saraswati, Semarapura Tengah, Minggu (21/6/2026). Turnamen berlangsung selama tiga hari hingga 23 Juni 2026 diikuti oleh 281 atlet muda dari berbagai daerah di Bali.
Dalam sambutannya, Bupati I Made Satria menekankan bahwa catur bukan sekadar permainan di atas papan, melainkan olahraga otak yang mengajarkan kecerdasan, kesabaran, kedisiplinan, hingga tanggung jawab dalam mengambil keputusan.
“Setiap langkah dalam catur mengandung nilai strategis yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Pembinaan olahraga ini sangat penting untuk membentuk generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan berprestasi,” ujar Made Satria.
Ia berharap ajang ini dapat menjadi tolok ukur pembinaan atlet di setiap daerah sekaligus wadah menjaring bibit unggul yang siap mengharumkan nama Bali di kancah nasional.
Ketua Panitia yang juga Ketua Percasi Klungkung, I Gusti Ngurah Martika, melaporkan bahwa total 281 peserta terdiri atas 184 atlet putra dan 97 atlet putri. Mereka merupakan perwakilan dari 8 kabupaten/kota se-Bali, minus Kabupaten Jembrana yang absen pada edisi kali ini.
“Untuk menjaga sportivitas dan kualitas pertandingan, seluruh jalannya laga akan dipimpin oleh 19 wasit/juri bersertifikat nasional,” jelas Ngurah Martika.
Kejuaraan ini mempertandingkan kelompok usia yang komprehensif, mulai dari kategori Senior Putra/Putri hingga kategori Yunior yang dibagi ke dalam tujuh kelompok umur (U-7 hingga U-19).
Sementara itu Ketua Pengprov Percasi Bali, I Nyoman Parta memuji komitmen Klungkung dalam memajukan olahraga catur di Pulau Dewata. menurutnya, investasi pada atlet usia dini lewat catur akan melahirkan generasi yang tangguh dan tidak mudah menyerah.
“Catur melatih anak-anak untuk selalu berstrategi dan mencari solusi. Saya percaya anak-anak catur tidak akan menjadi generasi yang mudah frustrasi saat menghadapi tantangan hidup,” kata Nyoman Parta. (yan)








