
KLUNGKUNG – Seorang pria asal Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), melaporkan dugaan kasus penganiayaan yang dialaminya di kawasan Jalan Jepun, Kelurahan Semarapura Klod, Kabupaten Klungkung, Sabtu (13/6/2026) malam. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka pada bagian bibir dan melaporkan peristiwa itu ke Polres Klungkung untuk diproses secara hukum.
Korban diketahui bernama Adi Setiawan (29), seorang wiraswasta yang berdomisili di Desa Renda, Kabupaten Bima. Laporan pengaduan diterima polisi sekitar pukul 21.54 Wita atau beberapa jam setelah kejadian berlangsung.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula saat korban hendak mengantarkan bawang pesanan ke sebuah gudang milik seseorang bernama Nurdin yang berada di belakang Pasar Galiran, Jalan Jepun, sekitar pukul 18.50 Wita.
Saat tiba di lokasi, korban bertemu dengan seorang pria yang dikenal dengan panggilan Gusti. Ketika korban hendak menurunkan bawang di gudang tersebut, Gusti disebut tidak mengizinkannya. Namun korban tetap berupaya menaruh bawang karena mengaku barang tersebut merupakan pesanan pemilik gudang.
Perbedaan pendapat antara keduanya kemudian memicu cekcok mulut. Situasi di lokasi semakin memanas ketika seorang perempuan yang berada di sekitar tempat kejadian diduga ikut terlibat.
Menurut laporan korban, perempuan tersebut tiba-tiba memegang dan mencabik bibirnya hingga menyebabkan luka. Tidak hanya itu, korban juga mengaku mendapat pukulan dari arah belakang oleh dua orang yang tidak dikenalnya.
Pukulan tersebut disebut mengenai bagian kepala korban. Merasa terancam dan kalah jumlah, korban kemudian memilih meninggalkan lokasi untuk menyelamatkan diri.
Akibat kejadian itu, korban mengaku mengalami luka pada bagian bibir serta merasa keberatan atas tindakan yang diterimanya. Ia selanjutnya melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Klungkung agar mendapat penanganan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Kasi Humas Polres Klungkung Iptu I Dewa Komang Alit Purnawibawa seizin Kapolres AKBP Mikael Hutabarat membenarkan laporan tersebut.
“Sementara itu, identitas para terlapor masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian. Polisi juga telah meminta keterangan saksi yang berada di lokasi saat kejadian untuk mengungkap secara jelas kronologi peristiwa tersebut,” tandas Dewa Komang Alit Purnawibawa, Minggu (14/6/2026). (yan)








