
KLUNGKUNG – Kondisi Ni Wayan Suathi (51), seorang buruh tani asal Desa Pejukutan, Kecamatan Nusa Penida merupakan potret kemiskinan di Kabupaten Klungkung.
Dalam kesehariannya, Suathi harus berjuang memenuhi kebutuhan keluarga di tengah keterbatasan ekonomi yang dihadapi. Selain bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan yang tidak menentu, ia juga harus merawat putri sulungnya yang berusia 21 tahun dan membutuhkan perhatian khusus.
Kondisi tersebut membuat Suathi tidak dapat bekerja secara maksimal setiap hari. Sementara itu, putra laki-lakinya yang telah menyelesaikan pendidikan jenjang SMP memilih tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi karena keterbatasan ekonomi keluarga.
Beban ekonomi Suathi kian berat karena ia juga harus melunasi tunggakan biaya kos.
Pemilik kos memberikan pilihan melunasi tunggakan atau keluarga tersebut harus meninggalkan tempat tinggal yang selama ini mereka tempati.
Mengetahui kondisi tersebut, Bupati Klungkung I Made Satria merasa terenyuh. Bupati memberikan bantuan dengan melunasi tunggakan biaya sewa kos, sekaligus mencarikan tempat tinggal baru yang lebih layak bagi keluarga Ni Wayan Suathi.
Tempat tinggal baru tersebut berupa bangunan berukuran 5 x 4 meter yang berada di pinggir jalan kawasan Semarapura Kauh.
Menurut Bupati Satria, lokasi tempat tinggal yang berada di pinggir jalan diharapkan tidak hanya dapat dimanfaatkan sebagai tempat berteduh dan membangun kehidupan yang lebih baik, tetapi juga membuka peluang usaha bagi keluarga tersebut untuk menambah penghasilan dan meningkatkan kemandirian ekonomi.
“Pemerintah harus hadir untuk membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Selain memberikan tempat tinggal yang lebih layak, kami berharap lokasi yang strategis ini juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat usaha sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujar Bupati Satria, Minggu (7/6/2026).
Bupati juga berharap bantuan tersebut bisa meringankan beban Suathi. (yan)







