
KLUNGKUNG – Kepanikan melanda seorang wisatawan mancanegara setelah tas berisi paspor, uang tunai, dan sejumlah barang berharga tertinggal di sebuah tempat pijat di kawasan wisata Nusa Penida, Sabtu (18/4/2026) malam. Beruntung, berkat respons cepat kepolisian dan pengelola spa, tas tersebut akhirnya ditemukan dalam kondisi utuh.
Peristiwa bermula sekitar pukul 21.00 Wita saat wisatawan asing tersebut bersama rekannya menikmati layanan pijat di MERE Spa, Banjar Nyuh, Desa Ped. Namun tanpa disadari, tas berisi paspor, uang rupiah dan dolar, charger handphone, serta kunci villa tertinggal di bawah tempat tidur pijat setelah mereka meninggalkan lokasi.
Kepanikan baru muncul sekitar pukul 22.10 Wita ketika wisatawan tersebut menyadari tasnya hilang. Ia segera kembali ke lokasi, namun spa sudah dalam keadaan tutup.
Upaya menghubungi pihak spa dilakukan melalui pesan WhatsApp yang diterima pemilik yang saat itu berada di Denpasar. Karena keterbatasan akses, pengecekan tidak bisa dilakukan pada malam hari.
Dengan jadwal keberangkatan yang padat keesokan pagi, wisatawan tersebut akhirnya meminta bantuan ke Polsek Nusa Penida. Petugas piket SPKT yang dipimpin Pawas Aiptu I Ketut Winata langsung merespons laporan dengan mendatangi lokasi serta berupaya menghubungi pihak spa dan karyawan, meskipun pengecekan tetap belum bisa dilakukan malam itu.
Titik terang muncul keesokan harinya, Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 07.00 Wita. Pihak karyawan MERE Spa menghubungi kepolisian untuk membuka tempat dan melakukan pengecekan bersama. Personel kepolisian bersama wisatawan tersebut kemudian menuju lokasi.
Hasilnya, tas yang sempat memicu kepanikan itu ditemukan dalam kondisi lengkap dan utuh di dalam ruangan spa. Rasa lega pun tak terbendung, wisatawan tersebut menyampaikan terima kasih atas respons cepat dan kerja sama semua pihak.
Kapolsek Nusa Penida, Kompol I Ketut Kesuma Jaya, memberikan apresiasi kepada pengelola spa atas sikap kooperatif dan tanggung jawab dalam menjaga keamanan barang milik tamu. Ia juga mengimbau wisatawan agar lebih waspada terhadap barang bawaan selama beraktivitas.
“Perhatikan barang pribadi saat berwisata agar kejadian serupa tidak terulang dan tidak mengganggu kenyamanan liburan,” ujarnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan, sekaligus menunjukkan sinergi baik antara pelaku usaha pariwisata dan aparat keamanan dalam menjaga rasa aman wisatawan di Nusa Penida. (yan)








