
KLUNGKUNG – Kehadiran Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sekaligus Presiden Kelima RI, Megawati Soekarno Putri, di Kabupaten Klungkung, Rabu (1/4/2026), menjadi energi positif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk terus berinovasi dan melindungi karya mereka secara hukum.
Kabupaten Klungkung mendapat kehormatan menjadi pusat penyerahan Sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) tingkat Provinsi Bali yang berlangsung di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya. Dalam kegiatan tersebut, Megawati secara langsung menyerahkan total 146 sertifikat HKI kepada para pelaku usaha dan inovator se-Bali, dan Klungkung mendominasi perolehan sebanyak 36 sertifikat.
Bupati Klungkung, I Made Satria, menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada daerahnya sebagai tuan rumah acara bergengsi tersebut. Ia menilai, kehadiran tokoh nasional seperti Megawati tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga dorongan moral bagi pelaku usaha lokal untuk terus berkarya.
“Ini merupakan kehormatan luar biasa bagi Klungkung. Penyerahan sertifikat ini bukan sekadar seremoni, tetapi bukti bahwa inovasi dari daerah siap bersaing dan menjadi yang terdepan di Bali,” ujar Bupati Satria.
Menurutnya, capaian tersebut diharapkan mampu memacu pelaku usaha lainnya untuk segera melegalkan karya dan produk mereka melalui perlindungan hak kekayaan intelektual. Perlindungan hukum dinilai penting agar pelaku usaha memiliki kepastian hak sekaligus meningkatkan nilai ekonomi produk yang dihasilkan.
Bupati Satria juga menegaskan kepemilikan sertifikat HAKI akan membuka peluang lebih luas bagi pelaku usaha untuk berkembang. Selain meningkatkan daya saing, pemilik sertifikat juga berpotensi mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat dan lembaga riset, termasuk akses permodalan dan pendampingan usaha.
“Sertifikat HKI ini menjadi jaminan atas karya yang dihasilkan. Dengan perlindungan tersebut, pelaku usaha memiliki nilai tawar lebih tinggi dan peluang mendapatkan dukungan strategis,” jelasnya.
Rangkaian kegiatan pada hari yang sama juga diisi dengan Temu Wicara UMKM mengenai Hak Kekayaan Intelektual dan Manajemen Usaha yang digelar di Wyndham Tamansari Jivva Resort, Desa Lepang, Kecamatan Banjarangkan. Forum ini mempertemukan pelaku UMKM dengan para mentor dan praktisi untuk membahas tantangan pengelolaan usaha di era digital.
Melalui diskusi tersebut, pelaku UMKM didorong tidak hanya kreatif dalam menghasilkan produk, tetapi juga tertib dalam aspek administrasi serta mampu mengelola bisnis secara profesional. (yan)








