
KLUNGKUNG – Peristiwa tanah longsor terjadi di Banjar Buah, Desa Kutampi, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Selasa (24/2/2026) sekitar pukul 22.30 WITA. Longsor dipicu curah hujan tinggi yang menyebabkan penyengker dan pelinggih sanggah milik warga amblas dan menimpa rumah di bawahnya.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian material akibat kejadian ini diperkirakan mencapai Rp225 juta. Berdasarkan keterangan korban I Kadek Dwi
Putra Yasa yang juga saksi, longsor bermula saat ia menyadari adanya rontokan tanah dan puing dari arah pelinggih milik I Ketut Terima yang berada di tebing lebih tinggi, tepat di atas rumahnya.

Melihat tanda-tanda tersebut, korban bergegas keluar untuk menyelamatkan sepeda motor Honda Vario 125 miliknya yang terparkir di bawah area sanggah. Namun nahas, sebelum motor berhasil dipindahkan, longsor besar terjadi secara tiba-tiba.
Material berupa bongkahan batu kapur, puing beton penyengker, serta struktur kayu pelinggih (sanggah rong tiga) roboh dan amblas ke bawah. Sepeda motor korban tertimbun hingga hancur, sementara bagian dapur dan WC rumahnya mengalami kerusakan cukup parah.
Kapolsek Nusa Penida Kompol I Ketut Kesuma Jaya dikonfirmasi membenarkan dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa.
“Beruntung, korban berhasil menghindar saat longsor susulan yang lebih besar terjadi sehingga tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut,” tandas Kompol Kesuma Jaya, Rabu (25/2/2026).
Akibat kejadian ini, total kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp225.000.000, dengan rincian, kerugian I Ketut Terima akibat kerusakan sanggah rong tiga, penglurah, dan tembok penyengker ditaksir sekitar Rp125 juta.
Kerugian I Kadek Dwi Putra Yasa akibat kerusakan sebagian bangunan rumah (dapur dan WC) serta 1 unit sepeda motor Honda Vario 125 diperkirakan mencapai Rp100 juta.
Longsor diduga kuat terjadi akibat faktor alam, yakni curah hujan tinggi yang menyebabkan tanah labil dan akhirnya amblas. Penyengker serta pelinggih yang berada di atas tebing tidak mampu menahan beban tanah yang penuh air.Peristiwa ini baru dilaporkan pada Rabu (25/2/2026) sekitar pukul 09.30 WITA.
Saat ini, proses pembersihan sisa material longsor masih dilakukan secara gotong royong oleh warga setempat dengan bantuan Unit Samapta Polsek Nusa Penida serta pihak BPBD.
Kapolsek menghimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya yang tinggal di wilayah perbukitan atau tebing, mengingat intensitas hujan yang masih tinggi dan berpotensi memicu longsor susulan. (yan)








