
KLUNGKUNG – Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Klungkung tancap gas memperkuat konsolidasi internal partai dengan menargetkan pembentukan Dewan Pengurus Ranting (DPRT) di seluruh desa dan kelurahan.
Langkah strategis ini menjadi bagian dari penguatan struktur partai hingga akar rumput, sekaligus implementasi langsung arahan Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, yang menargetkan Bali sebagai “kandang gajah” pada Pemilu 2029.
Ketua DPD PSI Klungkung, Nyoman Sukirta, dikonfirmasi Rabu (28/1/2026), menegaskan konsolidasi menyeluruh hingga tingkat desa merupakan pondasi utama untuk membangun kekuatan politik yang solid dan berkelanjutan.
Menurutnya, keberadaan DPRT di setiap desa dan kelurahan bukan sekadar pemenuhan struktur organisasi, melainkan sebagai ujung tombak sarana efektif untuk mendekatkan partai dengan masyarakat.
“Pembentukan DPRT di seluruh desa dan kelurahan menjadi prioritas kami dan sudah berproses. Saya sudah perintahkan masing-masing ketua DPC (kecamatan) untuk membentuk pengurus PDRT. Ini bagian dari penguatan partai dari bawah, sekaligus bentuk pengejawantahan arahan Ketua Umum PSI agar Bali benar-benar disiapkan sebagai basis kekuatan politik ke depan,” ujar Sukirta.
Ia menjelaskan, pengurus ranting akan menjadi ujung tombak perjuangan PSI dalam menyerap aspirasi warga, melakukan pendidikan politik, serta memperkenalkan gagasan dan program partai secara langsung di tingkat komunitas. Dengan struktur yang lengkap dan aktif, ditambah kombinasi kader muda potensial- kader senior, PSI Klungkung optimistis mampu meningkatkan kepercayaan publik secara bertahap.
Langkah konsolidasi DPD PSI Klungkung ini sejalan dengan tekad besar Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, yang sebelumnya secara terbuka menyatakan ambisi mengubah peta politik Bali. Dalam Rapat Koordinasi Wilayah DPW PSI Bali di Badung, Jumat (24/1/2026), Kaesang menargetkan Pulau Dewata sebagai tempat “berkembangbiak gajah” PSI menyongsong Pemilu 2029.
Pernyataan tersebut menjadi simbol transformasi PSI yang kini mengusung gajah sebagai lambang kekuatan, keberanian, dan daya tahan. Kaesang bahkan secara terbuka menantang dominasi PDI Perjuangan yang selama ini dikenal sebagai kekuatan politik utama di Bali.
Meski saat ini PSI masih minim kursi di beberapa DPRD di Bali, Kaesang tetap yakin potensi lonjakan elektabilitas sangat terbuka. Ia menaruh harapan besar pada pengurus dan kader mampu menggerakkan mesin partai secara lebih agresif dan terstruktur.
Menurut Kaesang, target menjadikan PSI sebagai kekuatan politik nomor satu di Bali bukanlah mimpi belaka, asalkan seluruh kader bekerja konsisten dan dekat dengan rakyat. Ia juga mengakui kuatnya basis kader partai penguasa di Bali, sehingga perjuangan PSI membutuhkan kerja keras, disiplin organisasi, dan kehadiran nyata di tengah masyarakat.
Menanggapi arahan tersebut, Sukirta menegaskan DPD PSI Klungkung siap menjadi bagian dari gerakan besar tersebut. Ia menyebut Klungkung, termasuk Nusa Penida, memiliki potensi politik yang besar jika digarap secara serius dan berkelanjutan.
“Kami tidak ingin sekedar hadir menjelang pemilu. Konsolidasi ini dilakukan dari sekarang agar PSI benar-benar tumbuh bersama masyarakat. Dengan struktur ranting yang kuat, kami yakin PSI bisa menjadi alternatif politik yang relevan dan dipercaya,” tegasnya.
Ke depan, DPD PSI Klungkung juga akan fokus pada penguatan kapasitas kader, program-program kerakyatan, serta konsistensi menyuarakan isu-isu publik yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Dengan langkah konsolidasi dini dan menyeluruh, PSI Klungkung optimistis dapat memberi kontribusi nyata dalam mewujudkan ambisi besar partai menjadikan Bali sebagaitempat “berkembangbiaknya gajah” menyongsong Pemilu 2029. (yan)








