
KLUNGKUNG – Sekitar 80 persen bangunan Pura Ulun Danu Banjar Penida, Desa Sakti, Kecamatan Nusa Penida rusak parah setelah diterjang longosr pada Rabu (21/1/2026) dini hari. Bupati Klungkung I Made Satria bersama Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra turun melihat kondisi pura, Kamis (22/1/2026).
Bupati menyarankan kepada pihak pengempon pura, agar pura dipindahkan ke lokasi yang lebih aman, beberapa meter dari lokasi saat ini. Bahkan Bupati berjanji akan memfasilitasi permohonan lahan ke Pemprov Bali.
“Demi keamanan ke depan, saya sarankan agar pura dipindahkan ke lokasi yang lebih aman dan tidak lagi berada di bawah tebing seperti kondisi sekarang. Saya akan mengupayakan permohonan lahan kepada Pemerintah Provinsi Bali selaku pemilik lahan di sekitar sini. Apabila pura yang rusak ini tetap dibangun kembali di lokasi lama, Pemkab Klungkung tidak berani memberikan bantuan dana karena dikhawatirkan longsor bisa terjadi kembali,” tegas Bupati Satria.
Sedangkan kerusakan Bale Piyasan di Pura Paibon Banjar Senangka, Desa Sakti, serta robohnya sejumlah pelinggih di Pura Segara Banjar Prapat, Desa Ped, Bupati Satria mendorong para pengempon pura untuk segera menyusun proposal lengkap beserta Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang ditujukan kepada Pemerintah Kabupaten Klungkung.
Selain itu, menyikapi banyaknya sungai dan saluran air di wilayah Desa Batununggul dan Desa Ped yang mengalami pendangkalan dan dipenuhi sampah, Bupati Satria langsung memerintahkan BPBD Klungkung bersama Dinas PUPRPKP untuk melakukan normalisasi sungai pada tahun 2026. Langkah ini diambil sebagai upaya preventif guna mencegah terulangnya bencana banjir di wilayah Nusa Penida.
Seperti diberitakan, hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Klungkung dalam beberapa hari terakhir disertai angin kencang mengakibatkan terjadinya bencana alam di sejumlah titik di Kecamatan Nusa Penida, Rabu (21/1/2026) malam. Bencana yang terjadi meliputi tanah longsor, air bah, dan banjir yang menyebabkan kerusakan cukup parah, terutama pada sejumlah pura dan infrastruktur lingkungan. (yan)








