
GIANYAR – Anak-anak SD dan SMP di Desa Adat Silungan, Desa Lodtunduh, Kecamatan Ubud mulai dibekali keterampilan menari dan menabuh sebagai langkah pelestarian seni budaya sejak dini. Latihan perdana digelar di Wantilan Pura Desa & Puseh, Minggu (30/11/2025) pagi, diikuti sekitar 90 anak dengan antusias tinggi.
Sekretaris Desa Adat Silungan, Dewa Made Adi Wisma, mengatakan pelatihan ini menjadi upaya menumbuhkan kembali minat generasi muda terhadap seni Bali sekaligus membangun karakter budaya yang kuat. Ke depan, desa adat berencana membentuk sanggar seni berkelanjutan sebagai wadah pembinaan bakat anak-anak.
Selain menumbuhkan kemampuan seni, peserta juga dipersiapkan untuk ngayah tari dan tabuh saat piodalan di pura-pura lingkungan Desa Adat Silungan dan Desa Lodtunduh, termasuk upacara besar di Pura Sad Kahyangan.
Desa adat juga tengah menyusun jadwal penampilan rutin di sejumlah titik seperti Wantilan Alas Arum, Puspa Aman, hingga hotel-hotel desa wisata Lodtunduh. Pola latihan yang teratur diharapkan menjadi alternatif positif agar anak-anak tidak bergantung pada gawai.
Dewa Adi Wisma menegaskan manfaat kegiatan ini bukan hanya pada keterampilan seni, tetapi juga pembentukan kebersamaan, proses sosial, dan peluang masa depan.
“Saat dewasa, mereka sudah punya basic dan talent, sehingga lebih mudah memilih sekolah lanjutan maupun bekerja di bidang pariwisata,” ujarnya. (dar,yan)








