
BULELENG – Pemkab Buleleng melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (DAPD) Buleleng terus berupaya memperkuat peran guru, pustakawan dan orangtua dalam upaya pengembangan budaya membaca sejak usai dini.
Tak hanya pemenuhan kebutuhan sarana prasarana, dengan memanfaatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik dari Perpustakaan Nasional juga digelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Membaca Nyaring, selama 3 hari, tanggal 16-18 September 2025.
“Bimtek yang dilaksanakan sesuai dengan petunjuk teknis pelaksanaan DAK Non Fisik dari Perpustakaan Nasional ini bertujuan untuk menggerakkan, meningkatkan peran dari guru, pustakawan dan orang tua dalam pengembangan budaya membaca, anak-anak maupun generasi muda di Kabupaten Buleleng,” tandas Kepala DAPD Buleleng Made Era Oktarini pada kegiatan Bimtek di Gedung PLUT Buleleng, Rabu (17/9/2025).
Bimtek yang menghadirkan Duta Baca Buleleng dr. I Putu Sukedana sebagai narasumber dan Dr. I Putu Suradipa, S.Pd.,M.Pd., dari Institut Mpu Kuturan (IMK) Bali sebagai moderator, kata Era, diharapkan dapat meningkatkan kompetensi dan keterampilan 210 peserta dalam mengembangkan budaya membaca sebagai bagian dari penguatan literasi.
“Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi dan keterampilan peserta, terdiri dari 70 orang guru, 70 pustakawan dan orang tua siswa sebanyak 70 orang, dalam mengembangkan budaya membaca sebagai bagian dari upaya memperkuat literasi masyarakat khususnya anak-anak dan generasi muda di Buleleng,” jelasnya.
Pada Bimtek Membaca Nyaring ini, peserta tidak hanya diajak membaca, mengucapkan tulisan yang dibaca dengan intonasi yang tepat, sehingga pembaca maupun pendengar dapat menangkap informasi yang disampaikan penulis.
Era menegaskan, kemampuan membaca, mengucapkan tulisan yang dibaca dengan intonasi tepat, sangatlah penting dalam upaya pengembangan budaya membaca sebagai penguatan literasi sehingga apa yang disampaikan penulis dapat dengan mudah dipahami.
“Pembaca maupun pendengar dapat dengan mudah menangkap sekaligus memahami informasi yang disampaikan oleh penulis, baik berupa pikiran, perasaan ataupun pengalaman penulis,” terangnya.
Ia juga berharap, kegiatan Bimtek yang berlangsung selama tiga hari ini tidak berhenti pada tatanan serimonial, namun dapat diimplementasikan pada kehidupan sehari-hari, baik disekolah, perpustakaan maupun di lingkungan keluarga.
“Karena, kami yakin jika seluruh peserta yang berjumlah 210 orang ini serius, mengimplementasikan ilmu yang di dapat dari Bimtek di lingkungannya masing-masing, kita pasti mampu menumbuhkembangkan budaya membaca, memperkuat literasi menuju generasi muda Buleleng yang cerdas, berkarakter dan berdaya saing,” pungkasnya. (kar/jon)








