
KLUNGKUNG – Batununggul Village Festival (BVF) kembali hadir membawa semangat baru. Digelar pada 6–10 Agustus 2025, festival seni dan budaya tahunan ini akan mengangkat tema “Surya Metu”, yang dalam bahasa Bali bermakna “lahirnya matahari dari timur”, simbol kebangkitan dan awal perubahan yang diharap mampu memancar ke seluruh penjuru Nusa Penida.
Diselenggarakan oleh Desa Adat Dalem Setra Batununggul, BVF 2025 tidak hanya menampilkan pertunjukan seni tradisional, tapi juga menjadi panggung ekspresi budaya, pemberdayaan UMKM lokal, serta ajang pertemuan antar-komunitas dari seluruh desa adat se-Nusa Penida.
Festival akan diawali dengan pameran UMKM selama 15 hari, menghadirkan produk lokal, kerajinan tangan, serta warisan budaya tak benda yang menyoroti kekayaan Batununggul dan wilayah sekitarnya. Semua dalam semangat kebangkitan dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat.
Ketua Panitia BVF, I Dewa Gede Ardha Kencana, menyatakan bahwa pelaksanaan tahun ini merupakan hasil dari refleksi mendalam terhadap festival sebelumnya.
“Kami belajar banyak dari pelaksanaan tahun lalu. Sekarang, dengan persiapan yang lebih matang, kami hadirkan sesuatu yang lebih hidup, lebih interaktif, dan lebih menyatukan seluruh elemen masyarakat,” jelasnya saat ditemui, Minggu (29/6/2025).
Salah satu pembaruan mencolok adalah perluasan partisipasi masyarakat. Jika sebelumnya hanya melibatkan kelompok lokal, tahun ini kompetisi tradisional seperti lomba gebogan akan diikuti oleh peserta dari seluruh desa adat di Nusa Penida.
Panggung utama BVF juga akan diramaikan oleh penampilan band nasional, serta musisi lokal dan talenta muda Bali yang siap menyuguhkan harmoni antara modernitas dan kearifan lokal.
Tak hanya itu, perlombaan mancing turut dimasukkan dalam agenda sebagai bentuk penghargaan terhadap budaya pesisir yang menjadi identitas masyarakat Batununggul.
Bendesa Adat Dalem Setra Batununggul, I Dewa Ketut Anom Astika, menegaskan bahwa BVF bukan sekadar selebrasi budaya, tapi juga wadah promosi potensi desa secara holistik.
“Tahun ini kami juga menyisipkan perlombaan mancing sebagai bentuk penghargaan terhadap budaya pesisir. Kita ingin festival ini merangkul semua unsur kehidupan masyarakat Batununggul,” ujarnya.
Dengan semangat “Surya Metu” sebagai benang merah seluruh rangkaian acara, BVF 2025 diharapkan bisa meningkatkan kepedulian masyarakat melestarikan seni dan budaya sekaligus mendorong jumlah kunjungan wisatawan ke Nusa Penida. (yan)








