
BULELENG – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (BKBP) Kabupaten Buleleng I Komang Kappa Tri Aryandono membuka secara resmi kegiatan sosialisasi Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Buleleng.
Selain menekankan pentingnya keberadaan FPK dalam menjaga 4 pilar kebangsaan, Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika, sosialisasi bertajuk ‘Pancasila Pemersatu Bangsa Wujudkan Generasi Muda Bebas Narkoba’ juga diharapkan mampu mendorong pembentukan generasi emas berkarakter bebas narkoba.
“Sebagai bangsa yang majemuk, Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, agama, ras dan golongan tentunya sangat kaya,” tandas Kappa Tri Aryandono saat membuka kegiatan sosialisasi di SMK Negeri 3 Singaraja, Selasa (14/4/2025).
Kappa didampingi Wakil Kepala SMKN Singaraja Bidang Sarana dan Prasarana, Alit Putra Mahardana, Ketua FPK Buleleng Ketut Drestika dan Ketut Suseni selaku Kabid Pengembangan Nilai-nilai Kebangsaan BKBP Buleleng menandaskan keberagaman merupakan kekayaan sekaligus tantangan bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Oleh karena itu, pembauran kebangsaan menjadi sangat penting untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.
Melalui kegiatan sosialisasi, ia berharap 90 peserta dari perwakilan kelas di SMKN Singaraja dapat memahami pentingnya menjalin kerukunan antar warga, toleransi serta memperkuat semangat kebangsaan berdasarkan Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika.
Ia juga mengajak seluruh peserta, guru pendamping dan pengurus FPK Buleleng menjadikan momentum sosialisasi untuk saling mengingatkan, mempererat tali persaudaraan, memperkuat rasa cinta tanah air, serta membumikan nilai-nilai kebhinekaan yang ika (satu) sebagai jati diri Bangsa Indonesia.
“Salah satu pilar dari visi menuju Indonesia Emas 2045 adalah membangun sumber daya manusia berkarakter, oleh karenanya kegiatan ini penting dilakukan dalam membentuk generasi muda yang tangguh dengan karakter pancasila serta bebas dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba,” tandas Kappa diapresiasi Mahardana.
Selaku Wakasek Sarana dan Prasarana, Alit Putra Mahardana berharap sosialisasi dapat menambah wawasan kebangsaan siswa di SMKN 3 Singaraja.
Senada dengan Kepala BKBP Buleleng, Ketut Drestika selaku Ketua FPK Buleleng berharap FPK yang dibentuk berdasarkan Permendagri No. 34 tahun 2006 dapat menjadi wadah informasi, komunikasi, konsultasi dan kerjasama antar warga masyarakat yang bertujuan untuk menumbuhkan, mengembangkan, memantapkan pembauran berbagai etnis, suku, agama dan golongan sebagai kekuatan beragam namun memimili satu jiwa yakni Pancasila.
“Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup Bangsa Indonesia terutama generasi muda dalam menyongsong Indonesia Emas Tahun 2045, generasi emas yang berkarakter, bebas dari narkoba,” tandas Drestika dibenarkan Irmawan.
Selaku narasumber, Irmawan menegaskan Indonesia Emas tahun 2045 hanya dapat diraih, diwujudkan oleh generasi cerdas berkarakter Pancasila dan bersih dari Narkoba. (kar/jon)








