
BADUNG – Desa Adat Tanjung Benoa secara konsisten memberikan perhatian kepada masyarakatnya. Kali ini, dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi, perhatian tersebut ditunjukkan melalui pemberian bantuan daging babi kepada 827 krama gegem Desa Adat Tanjung Benoa, Selasa (25/3).
Bendesa Adat Tanjung Benoa, I Made ‘Yonda’ Wijaya menuturkan, program dilaksanakan atas peranan Bhaga Utsaha Padruwen Desa Adat (BUPDA) Tanjung Benoa. Yang memiliki tujuan untuk membantu meringankan beban krama dalam menyambut hari raya. “Ini sudah kami jalankan selama beberapa tahun terakhir,” ungkapnya.
Selain LPD, sambung Yonda, BUPDA juga memiliki peranan penting dalam perjalanan desa adat. Utamanya berkenaan dengan menjalankan Tri Hita Karana. Yang mana untuk di Tanjung Benoa sendiri, BUPDA digerakkan untuk mengelola potensi-potensi yang dimiliki desa adat. Pengelolaan tersebut dipastikan sudah terlaporkan dengan baik kepada desa adat, sebagaimana tuntunan Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali.
“Selama ini, program-program BUPDA sudah benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Termasuk santunan kematian, yang selama ini ditanggung oleh desa adat melalui BUPDA,” imbuhnya sembari mengajak desa adat lainnya untuk melakukan langkah serupa, demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat adat.
Terpisah, Ketua BUPDA Tanjung Benoa, Ni Wayan Sukadi menuturkan, pemberian daging babi tersebut merupakan program bantuan sosial yang dimiliki oleh BUPDA Tanjung Benoa. Kali ini bantuan ditujukan kepada 827 krama adat, yang masing-masing mendapatkan 2 kg daging babi. “Ini salah satu pokok program kerja kami di BUPDA. Semoga BUPDA kedepan lebih berkembang lagi, sehingga bisa memberikan bantuan sosial yang lebih daripada saat ini,” sebutnya.
Dijelaskan dia, pada usianya yang sudah menginjak tahun ke empat, BUPDA Tanjung Benoa sudah tiga kali melaksanakan program pemberian daging babi menyambut Nyepi. Hal tersebut tiada lain adalah berkat dukungan segenap masyarakat berkenaan dengan pengelolaan unit-unit usaha yang dilakukan. “Di BUPDA Tanjung Benoa ini kami mengelola sejumlah unit usaha. Seperti unit usaha jasa, distribusi, dan produksi,” imbuhnya.
Lebih lanjut untuk diketahui pula, pemberian bantuan 2 kg daging babi tersebut dirangkaikan pula dengan penyaluran sembako gratis oleh Desa Adat Tanjung Benoa, yang merupakan dukungan dari PT Pelindo III Cabang Benoa.
Bedanya, bantuan sembako itu diberikan bukan hanya ke krama gegem saja. Melainkan kepada seluruh masyarakat dari empat banjar adat di Tanjung Benoa, satu Banjar Dinas Panca Bhineka, dan keluarga besar Tionghoa yang berdomisili di Tanjung Benoa. (adi)








