
KLUNGKUNG – Yuni Handayani (46), korban begal di Bukit Tengah,Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan,Kabupaten Klungkung mengaku trauma atas peristiwa yang menimpa dirinya. Betapa tidak, akibat begal wajah Yuni Handayani terancam cacat karena mengalami luka serius.
Untungnya, petugas medis RSUD Klungkung melakukan tindakan medis berupa operasi plastik agar luka pada wajah yang bersangkutan tidak membekas. Humas RSUD Klungkung Gusti Putu Widiasa dikonfirmasi, Selasa (25/3/2025) menyampaikan, hasil pemeriksaan dokter, pasien meski menjalani operasi plastik agar luka di wajah tidak membekas. Gusti Widiasa menyatakan, pasien sudah menjalani operasi plastik di RSUD Klungkung.
“Sudah ditangani, tinggal menunggu keluar dari ruang operasi,” tandas Gusti Putu Widiasa.
Baca juga : Ojek Perempuan Dibegal di Bukit Tengah, Pelaku Sembunyi Dalam Pura
Sementara korban begal Yuni Handayani sebelum menjalani operasi sempat berbincang dengan wartawan. Perempuan beralamat di Perum Bhayangkara II Blok A Nomor 32 Banjar/Desa Pasek Jagapati Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung ini mengaku trauma dengan kejadian yang menimpa dirinya.
Ia sempat menyatakan berpikir melanjutkan pekerjaan sebagai tukang ojek online.Namun di sisi lain, janda satu anak ini mengaku tidak punya pekerjaan lain untuk menyambung hidup dan menghidupi anak semata wayangnya. Sejak suaminya meninggal dunia dua tahun lalu,Yuni Handayani mengaku harus banting tulang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Ia menceritakan kronologi bagaimana begal beraksi kepada dirinya, Senin (24/3/2025) sekitar pukul 18.45 Wita. Saat itu ia mendapatkan order mengantar seseorang dari Pedungan, Denpasar ke Padangbai,Karangasem.
“Setelah selesai order, di Padangbai saya kembali dapat order mengantar seseorang ke Dawan (Bukit Tengah). Saya ambil itu pelaku dari depan kantor polisi, lalu saya antar. Saya berangkat pas sandikala (sore hari), di map menunjukkan perjalanan ke lokasi tujuan hanya 15 menit. Karena hujan saya tidak terlalu ngebut,” beber Yuni Handayani.
Setelah tiba di lokasi tujuan, Yuni menerima uang jasa ojek dari pelaku bernama Muhamad Firudaus alias Daus (19). Ketika itu pelaku menyerahkan uang pecahan Rp100.000. Karena biaya ojek hanya Rp 50.000, Yuni Handayani mengembalikan sisa uang ke pelaku.
“Setelah saya jalan tidak begitu jauh, pelaku memanggil saya mau minta tolong pinjam HP (handpone). Kata pelaku mau nelpon bosnya, ia bilang bekerja di vila,” ujar Yuni Handayani.
Korban melihat gelagat pelaku mau merampas handpone miliknya. Seketika itu,Yuni Handayani mengaku langsung menggigit tangan pelaku.
“Saya dipukul terus. Posisi saya masih diatas motor. Merasa tidak kuat, kepikiran anak saya, saya lepasin motor. Saya bilang kalau mau motor saya silakan dibawa tapi lepasin saya,” kenang Handayani.
Handayani juga mengaku sempat didorong oleh pelaku hingga jatuh terlentang di semak-semak. Saat itulah korban melihat pelaku mengeluarkan gunting dari dalam tas hendak menusuk dirinya. Namun korban sempat berontak serta menahan serangan pelaku menggunakan tangan.
“Karena saya sudah tidak kuat, saya merasa wajah saya sudah terkena gunting. Luka di bagian wajah dan pelipis. Di pikiran saya,saya harus pulang untuk anak saya,”imbuh Handayani.
Di pihak lain, pelaku Muhamad Firdaus asal Desa Padamarah, Kecamatan Sukamulia, Lombok Timur Selasa (25/3/2025) siang masih menjalani pemeriksaan di Polsek Dawan. (yan)








