
KLUNGKUNG – Kilau kain tradisional khas Bali kembali mencuri perhatian. Dalam ajang Fashion Night 10 Finalis Jegeg Bagus Klungkung 2026 yang digelar di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, Minggu (26/4/2026), kekayaan motif dan filosofi kain endek ditampilkan sebagai identitas budaya yang tak lekang oleh zaman.
Bupati Klungkung I Made Satria bersama Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra hadir langsung menyaksikan peragaan busana yang tidak hanya menonjolkan estetika, tetapi juga mengangkat nilai ekonomi dan budaya dari kain tradisional Bali tersebut.
Dalam sambutannya, Bupati Satria menegaskan ajang ini bukan sekadar pertunjukan fesyen, melainkan bagian dari strategi penguatan identitas daerah melalui smart branding. Para finalis, kata dia, dipersiapkan menjadi duta pariwisata yang tidak hanya berpenampilan menarik, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi dan penguasaan panggung.
“Ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kepiawaian berbusana sekaligus kemampuan berbicara di depan publik, sebagai bekal menuju panggung yang lebih besar,” ujar Bupati.
Lebih dari itu, sorotan utama malam tersebut tertuju pada kain endek yang dalam konteks kekayaan tekstil nusantara kerap disejajarkan dengan batik sebagai warisan budaya bernilai tinggi.
Ketua Dekranasda Klungkung Nyonya Eva Satria bersama Wakil Ketua Nyonya Kusuma Surya Putra turut hadir, memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam mendorong promosi kain tradisional sebagai produk unggulan. Sinergi antara desainer lokal, pelaku ekonomi kreatif, dan komunitas Jegeg Bagus dinilai menjadi kunci dalam mengangkat daya saing endek di tengah industri fesyen modern.
Bupati Satria pun mengajak para desainer untuk terus menggunakan bahan lokal dalam setiap karya. Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya memperkuat identitas daerah, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat.
“Saya mengajak para desainer untuk terus bersinergi dengan pemerintah dan memanfaatkan produk lokal. Inilah kekuatan utama kita dalam mendukung pariwisata,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Kadek Deni Guniawan Bandem menjelaskan Fashion Night ini merupakan rangkaian menuju Grand Final Jegeg Bagus Klungkung 2026 yang akan digelar pada 29 April 2026. Tahun ini, ajang tersebut mengusung tema “Wiranam Klungkung Dipa Mandalaning Budaya”, yang menggambarkan peran generasi muda sebagai cahaya pemersatu potensi daerah.
Menurut Deni, kain endek bukan sekadar busana, melainkan representasi warisan budaya yang terus bertransformasi.
“Endek memiliki nilai filosofis yang kuat, namun tetap mampu tampil elegan dan relevan di era modern. Generasi muda memiliki peran penting sebagai penjaga sekaligus penggerak keberlanjutannya,” ujarnya. (yan)








