
KUTSEL – Sepanjang triwulan pertama tahun 2026, lonjakan signifikan terjadi pada layanan perpanjangan izin tinggal kunjungan Visa on Arrival (VoA) di Kantor Imigrasi Ngurah Rai. Pada Januari – Maret 2026, tercatat ada sebanyak 16.303 perpanjangan VoA terlayani, atau meningkat 169 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Di sisi layanan WNA, kami merespons lonjakan perpanjangan Visa on Arrival (VoA) yang mencapai 169%. Tingginya angka ini menunjukkan kenyamanan dan minat WNA untuk tinggal lebih lama di Bali. Kami berkomitmen memfasilitasi kebutuhan tersebut tanpa mengesampingkan administratif keimigrasian serta pengawasannya,” sebut Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bugie Kurniawan belum lama ini.
Namun demikian, tidak dipungkirinya bahwa secara keseluruhan, layanan izin tinggal keimigrasian sesungguhnya menunjukkan tren variatif. Seperti perpanjangan izin tinggal kunjungan yang tercatat sebanyak 3.251 permohonan terlayani, atau naik 30 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, untuk penerbitan alih status dari Izin Tinggal Kunjungan (ITK) ke Izin Tinggal Terbatas (ITAS), berada pada angka 919 permohonan terlayani, atau meningkat sebanyak 151 persen.
Namun di sisi lain, sejumlah layanan lain diakui justru mengalami penurunan. Di antaranya seperti penerbitan ITAS yang hanya mencapai 22 permohonan terlayani, atau turun 15 persen. Pun demikian untuk layanan alih status dari ITAS ke Izin Tinggal Tetap (ITAP), yang tercatat 81 permohonan terlayani, atau menurun sebanyak 35 persen.
Lebih lanjut, untuk layanan perpanjangan ITAS, tercatat 1.570 permohonan atau turun 11 persen. Perpanjangan ITAP juga menurun 38 persen, dengan total 33 permohonan terlayani. Sementara itu, penerbitan Exit Permit Only (EPO) mencapai 392 permohonan terlayani atau turun 62 persen.
Di sisi lain, kinerja penerbitan paspor mengalami penurunan. Selama Januari hingga Maret 2026, total paspor yang diterbitkan sebanyak 6.478 dokumen, turun 24 persen secara tahunan. Adapun rinciannya yakni, penerbitan paspor baru sebanyak 3.280 dokumen atau menurun 27 persen, sedangkan paspor penggantian mencapai 3.198 dokumen atau turun 21 persen.
Untuk diketahui pula, dalam periode yang sama, tercatat 117 permohonan paspor ditolak. Hal ini notabene sebagai bagian dari proses verifikasi administrasi.
Kantor Imigrasi Ngurah Rai, sambung dia, juga terus mendorong transformasi layanan dengan penerapan 100 persen Paspor Elektronik sejak 1 Desember 2024. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya modernisasi layanan keimigrasian. “Kantor Imigrasi Ngurah Rai berkomitmen penuh untuk menghadirkan layanan dokumen keimigrasian yang Prima. Sejak 1 Desember 2024, kami telah bertransformasi dengan menerapkan 100 persen penerbitan Paspor Elektronik (E-Paspor) guna meningkatkan standar keamanan dokumen WNI,” sambungnya.
Guna meningkatkan kenyamanan masyarakat saat mengajukan permohonan keimigrasian, Bugie juga menyebutkan bahwa pihaknya telah merevitalisasi ruang layanan menjadi lebih luas dengan fasilitas yang memadai. “Sebagai wujud komitmen untuk terus mendekatkan diri kepada masyarakat, saat ini kami juga tengah mempersiapkan kehadiran Immigration Lounge di Discovery Mall Bali agar layanan kami semakin inklusif dan mudah dijangkau,” tutupnya. (adi)








