
KLUNGKUNG – Di tengah krusialnya persoalan sampah di Bali, Pemkab Klungkung mengambil langkah terobosan dengan mendatangkan mesin pengolah sampah berteknologi pyrolysis system dari Australia. Teknologi ini diharapkan mampu menjadi solusi efektif dalam mengurai sampah, terutama residu yang selama ini menjadi persoalan utama.
Pengadaan mesin tersebut merupakan hasil kerja sama Pemkab Klungkung dengan PT Bali Bersih Bersinar yang diawali dengan uji coba selama satu tahun. Kerja sama ini mencakup pemasangan alat, pelaksanaan uji coba, pemantauan dan evaluasi, hingga sosialisasi dan pelatihan teknis.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Klungkung, Dewa Komang Aswin, Senin (13/4/2026), mengungkapkan tiga unit mesin telah didatangkan, masing-masing berkapasitas 8 ton, dan akan ditempatkan di TOSS Gema Santi.
“Mesinnya sudah datang, baru sampai di Pelabuhan Tanjung Perak. Rencananya awal Mei mulai akan diujicobakan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, setiap hari sekitar 35 ton sampah dari kawasan perkotaan, pasar, dan Desa Kusamba diangkut ke TOSS Gema Santi. Kehadiran teknologi ini diharapkan mampu mengurangi beban tersebut.
Mesin pyrolysis ini mampu mengolah berbagai jenis sampah, mulai dari organik hingga residu, dengan hasil akhir berupa abu yang berpotensi dimanfaatkan sebagai energi listrik.
Sebelumnya, Pemkab Klungkung sempat kewalahan menangani sampah residu kiriman dari 15 desa akibat keterbatasan sumber daya, bahkan sempat menghentikan sementara pengiriman.
“Jika uji coba berhasil, kerja sama ini akan dilanjutkan secara permanen,” pungkasnya.(yan)








