
KUTA – Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai mencatat adanya peningkatan pelintas pada triwulan pertama tahun 2026, dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Dengan capaian 3,4 juta lebih, kenaikan tercatat mencapai 1,9%.
Mengutip data yang diunggah akun Instagram resmi Kanim Ngurah Rai, dari jumlah tersebut, pelintas kedatangan berada pada angka 1,6 juta lebih (naik 2,9%). Sementara untuk keberangkatan, adalah sebanyak 1,7 juta lebih (naik 0,8%).
Dari angka tersebut, mayoritas merupakan Warga Negara Asing (WNA) dengan total jumlah 3 jutaan orang. Sedangkan untuk pelintas Warga Negara Indonesia (WNI), nyaris menyentuh 300-an pelintas.
Adapun 3 besar kedatangan WNA melalui TPI Ngurah Rai, adalah Australia, China, dan India. Posisi tersebut kemudian disusul oleh Korea Selatan, Rusia, Britania Raya, Amerika, Jepang, Malaysia, dan Prancis.
Dalam unggahan tersebut juga dikabarkan bahwa selama Januari – Maret, Imigrasi Ngurah Rai juga telah melakukan penolakan masuk terhadap 233 WNA. Dan total telah melakukan penundaan keberangkatan terhadap 105 WNI/WNA.
“Peningkatan pelintas 1,9% di Triwulan I 2026 dengan total lebih dari 3,4 juta penumpang, diwarnai dengan sedikit lonjakan kedatangan WNI sebesar 25% serta arus masuk WNA yang stabil, merupakan indikator kuat bahwa mobilitas internasional melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai terus tumbuh. Kami telah memastikan bahwa seluruh infrastruktur dan personel kami siap melayani volume perlintasan yang tinggi yang didominasi oleh WN Australia, Tiongkok dan India, dengan tetap mengedepankan efisiensi dan keamanan,” sebut Kepala Kanim Ngurah Rai, Bugie Kurniawan. (adi)








