
KLUNGKUNG – Proyek revitalisasi Pasar Mentigi di Nusa Penida diputuskan akan dibangun secara bertahap selama dua tahun, yakni 2026 hingga 2027. Keputusan ini diambil Pemkab Klungkung karena keterbatasan anggaran daerah. Total kebutuhan dana pembangunan pasar tersebut diperkirakan mencapai Rp75 miliar.
Pada tahap awal tahun 2026, pemerintah daerah akan memprioritaskan pembangunan struktur utama pasar dengan anggaran sekitar Rp46,6 miliar yang bersumber dari skema pinjaman daerah. Sementara tahap finishing dan penyelesaian pembangunan direncanakan dilanjutkan pada tahun 2027 melalui APBD.
Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perindag Klungkung Komang Dharma Suyasa, Rabu (11/3/2026), menjelaskan pelaksanaan proyek dilakukan bertahap sesuai arahan Bupati Klungkung I Made Satria agar pembangunan tidak dilakukan secara terburu-buru.
“Bupati mengingatkan agar tahapan pelaksanaan tepat waktu. Pengerjaan dilakukan bertahap mengingat anggaran terbatas. Sosialisasi juga penting agar tidak muncul kesan pembangunan pasar mangkrak,” ujarnya.
Terkait proses pembangunan, Pemkab Klungkung juga menyiapkan relokasi sementara bagi pedagang selama Pasar Mentigi ditata ulang. Para pedagang direncanakan dipindahkan ke Lapangan Mentigi, pedagang berharap lokasi relokasi dibuat lebih nyaman dengan atap spandek dan lantai rabat untuk menghindari kondisi becek karena berada di kawasan pesisir.
Saat ini, melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar, Pemkab Klungkung masih melakukan review menyeluruh terhadap perencanaan proyek sebelum memasuki tahap pelaksanaan fisik. Evaluasi tersebut meliputi desain teknis, rencana anggaran biaya (RAB), hingga kebutuhan pedagang sebagai pengguna utama pasar.
Selain itu, salah satu fokus penyesuaian adalah luasan kios. Bupati Klungkung menginginkan ukuran kios diperbesar agar memberikan kenyamanan lebih bagi pedagang maupun pengunjung. (yan)








