
DENPASAR – Situasi konflik di kawasan Timur Tengah dinilai berpotensi memengaruhi pergerakan wisatawan dari wilayah tersebut ke Bali.
Berdasarkan data tahun 2025 pasar Timur Tengah masih menunjukkan kontribusi yang cukup bagi pariwisata Pulau Dewata.
Berdasarkan data kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) tahun 2025, tercatat sebanyak 69.852 wisatawan dari 13 negara kawasan Timur Tengah berkunjung ke Bali.
Tiga besar negara penyumbang kunjungan tertinggi yakni:Arab Saudi – 28.580 kunjungan Uni Emirat Arab – 7.553 kunjungan Yordania – 7.243 kunjungan.
Arab Saudi menempati posisi pertama dengan jumlah kunjungan yang sangat dominan, hampir empat kali lipat dibandingkan peringkat kedua.
Uni Emirat Arab berada di posisi kedua dengan kontribusi signifikan, disusul Yordania di posisi ketiga dengan selisih tipis dari UAE.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Wayan Sumarajaya, Rabu (4/3/2026) mengatakan pihaknya masih mencermati perkembangan situasi geopolitik yang terjadi di kawasan tersebut.
“Kita lihat perkembangan situasi dulu, Pak. Harapan kita pasar Timur Tengah tetap lebih baik dari sebelumnya,” ujarnya.
Menurutnya, pasar Timur Tengah selama ini dikenal memiliki karakter tinggal lebih lama (long stay) dan belanja yang relatif tinggi, sehingga menjadi salah satu pasar potensial bagi Bali.
Namun dinamika keamanan dan stabilitas kawasan tentu dapat berdampak terhadap keputusan perjalanan wisatawan.
Dinas Pariwisata Provinsi Bali akan terus memantau perkembangan global sekaligus memperkuat promosi di berbagai pasar alternatif guna menjaga stabilitas kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali sepanjang 2025. (jay/jon)








