
BULELENG – Aksi pencurian dengan kekerasan di jalan raya, jambret yang terjadi jalur Singaraja-Seririt, wilayah Desa Dancarik Kecamatan Banjar semakin meresahkan.
Tak mau ada korban berikutnya, dua orang karyawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Temukus Kecamatan Banjar, Putu Sudarmini (65) dan Nyoman Sukreni (50) beralamat Banjar Dinas Ambengan Desa/Kecamatan Banjar langsung melaporkan peristiwa yang dialami hari Selasa, 27 Januari 2026 dini hari pukul 00.15 Wita ke SPKT Polsek Banjar.
“Hari ini, saya melaporkan peristiwa penjambretan yang terjadi dan menimpa kami dalam perjalanan ke rumah setelag selesai bekerja di SPPG Temukus,” tandas Sudarmini usai menyampaikan laporan/pengaduan di Mapolsek Banjar, Selasa (27/1/2026).
Kedua korban didampingi lowyer pendamping hukum, Gede Dimas Bayu Raharja dan Budiastuti mengungkapkan, aksi pencurian dengan kekerasan/jambret dialami saat dalam perjalanan pulang usai kerja di SPPG Temukus.
“Sekitar pukul 00.15 Wita, saat melintas disekitar SPBU Dencarik, pelaku yang menggunakan sepeda motor memepet motor kami dan sempat memegang bagian tubuh sensitif Sukreni yang saya bonceng,” ungkapnya.
Beberapa saat kemudian, sekitar pukul 00.30 Wita, saat melitas di Banjar Dinas Bajangan Desa Dencarik, pelaku kembali datang, memepet sepeda motor dan menarik baju.
“Perbuatan pelaku membuat tali tas saya putus, namun tidak bisa ditarik pelaku karena saya berusaha menangkis dan menendang motor pelaku yang terus memepet sehingga terjatuh,” jelasnya.
Sudarmini menambahkan, meskipun sempat jatuh kedua pelaku langsung bangun, kemudian kabur ke arah selatan dan tidak bisa dikejar.
“Saya bersama Sukreni berupaya memperbaiki posisi sepeda motor untuk bisa mengejar, namun pelaku sudah jauh dan lutut kiri saya luka. Saya dan Sukreni sangat trauma dengan peristiwa ini sehingga atas saran ibu Budiastuti dan Pak Dimas, kami melapor ke Polsek Banjar,” tandas Sudarmini diapresiasi Harja Astawa.
Selaku pembina SPPG Temukus, Harja yang juga Anggota DPRD Provinsi Bali mengaku prihatin dan berharap Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman dan Kapolsek Banjar Kompol I Made Mustiada mengantisipasi tindakan kekerasan/kriminal di jalan raya ini dengan meningkatkan patroli.
Dikofirmasi terpisah, Kapolsek Banjar Kompol I Made Mustiada membenarkan adanya laporan/pengaduan warga masyarakat terkait tindakan kekerasan dijalan raya yang menimpa dua karyawan SPPG Temukus, pada hari Selasa, 27 Januari 2026 pukul 00.15 Wita.
“Laporannya sudah kami terima dan langsung ditindaklanjuti Tim Opsnal Polsek Banjar dengan meminta keterangan saksi korban dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Selain dugaan tindak pidana pencurian dengan kekerasan, ada juga indikasi pelecehan seksual yang dialami korban,” jelasnya.
Kapolsek Mustiada menegaskan, selain tindakan kepolisian berupa upaya penyelidikan terhadap laporan yang disampaikan, Polsek Banjar juga mengapresiasi saran dari Anggota DPRD Bali Gede Harja Astawa sebagai bentuk dukungan bagi Polri, khususnya Polsek Banjar dengan meningkatkan kegiatan patroli pada malam hari. (kar/jon)








