
GIANYAR – Maling nekat masuk dan beraksi di Pura Dalem Gede, Desa Adat Sayan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Kamis (20/11/2025) subuh.
Setelah berada di dalam pura, dua orang bromocorah itu merusak sensor CCTV dan pintu gedong. Meski CCTV dirusak, kehadiran si bromocorah masih sempat terekam kamera.
Namun maling gagal masuk ke dalam gedong tempat penyimpenan pretima dan prelingga.
Bandesa Adat Sayan, Anak Agung Gde Rai Sugiartha, Jumat (21/11/2025), mengatakan kecurigaan muncul ketika pihaknya mengecek rekaman CCTV. Sebab, CCTV tidak berfungsi. Setelah dicek, ternyata sensornya sudah dicabut dan kameranya dirusak.
Kecurigaan tersebut kemudian mendorong perangkat adat untuk langsung melakukan pengecekan ke pura. Setibanya di lokasi, panitia bersama prajuru menemukan kerusakan pada bagian kusen kayu akibat dicongkel.
“Lapisannya keras mungkin karena itu gagal dibuka,” ujar Rai Sugiartha.
Aksi nekat maling di areal pura, secara niskala dinilai sudah mengotori kesucian pura. Karena itu, untuk mengembalikan kesucian pura, pihak adat berencana bakal menggelar ritual pecaruan.
Sementara itu, guna mengantisipasi kejadian serupa terulang, pecalang dan tim keamanan adat diturunkan untuk meningkatkan pengawasan di titik-titik rawan.Warga diimbau tetap tenang sembari menunggu proses penelusuran lebih lanjut dari desa adat dan pihak berwenang.
Kapolsek Ubud, Kompol I Wayan Putra Antara, mengatakan sudah berkoordinasi dengan pihak desa adat atas kejadian ini.
“Anggota kami juga sudah menekankan agar masyarakat tetap waspada dan antisipasi atas kejadian ini. Kami juga tekankan agar tingkatkan siskambling berupa pakemitan, karena kejadiannya di jam rawan,” ujarnya. (dar,yan)








