
KLUNGKUNG – Nusa Penida Festival (NPF) 2025, secara resmi dibuka, Jumat (7/11/2025), acara berlangsung di Pantai Tanjung Kerambitan, Desa Batununggul.
NPF yang berlangsung 6-9 November 2025, bukan sekedar pesta hiburan, dibalik gemerlap panggung dan sorak penonton, terselip pesan mendalam, sebuah ikhtiar tulus untuk merawat alam, memohon keseimbangan dan menjaga harmoni semesta agar tetap lestari.
Wujud nyata itu diperlihatkan setiap kali pembukaan Festival Nusa Penida senantiasa diawali dengan ritual pakelem, yakni melarung (menghanyutkan) persembahan suci berbagai jenis upakara (banten) disertai hewan suci seperti ayam hitam, itik hitam ke tengah laut.
Ritual dengan suasana khidmat, dipenuhi aroma dupa dan kidung suci yang menggema lembut di tengah deburan ombak itu memiliki makna yang sangat mendalam bagi umat Hindu di Bali.
Secara umum, pakelem adalah upacara persembahan suci kepada Dewa Baruna sebagai penguasa lautan untuk memohon keseimbangan alam, keselamatan, dan kerahayuan jagat (kedamaian dunia).
Air dipandang sebagai unsur kehidupan yang menjaga keseimbangan dunia sehingga melalui ritual ini, umat memohon agar alam air tetap suci dan harmonis, tidak menimbulkan bencana seperti banjir, kekeringan, atau wabah penyakit.
Bupati Klungkung I Made Satria merasa berbangga atas terselenggaranya Nusa Penida Festival yang mengusung tema The Soul for Tomorrow.
Apalagi, Nusa Penida Festival untuk ketiga kalinya lolos masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) Kementrian Pariwisata.
“Dengan perkembangan pariwisata yang terus meningkat, Nusa Penida Festival ke-8 tahun 2025 ini diselenggarakan dengan kolaborasi bersama stakeholder mengusung tema “The Soul For Tummorrow” yang mempunyai makna untuk mengingatkan kita semua bahwa jiwa Nusa Penida yang telah hidup dalam budaya, tradisi dan alamnya yang indah harus kita jaga bersama untuk dapat diwariskan kepada generasi mendatang,” ujar Bupati Satria.
Festival melibatkan segenap unsur masyarakat, organisasi dan pelaku usaha pariwisata/UMKM, seniman, budayawan, komunitas dan lembaga pendidikan.
Bupati menambahkan, Nusa Penida Festival 2025 menjadi warna baru sekaligus momentum menguatkan kolaborasi lintas sektor dalam membangun pariwisata yang berdaya saing, budaya dan berkelanjutan.
“Mari kita jadikan festival ini sebagai momentum untuk meneguhkan komitmen bersama menuju masa depan pariwisata Klungkung yang berdaya saing global, namun tetap berakar pada nilai-nilai budaya Bali,” harapnya.
Sementara itu Asisten Deputi Event Internasional Pariwisata RI, Hafiz Agung Rifai menyampaikan apresiasi dari Kementrian Pariwisata untuk Pemerintah Kabupaten Klungkung yang telah mempersiapkan sehingga event Nusa Penida Festival terselenggara dengan baik. Hafiz melihat Nusa Penida Festival merupakan kegiatan yang luar biasa disamping untuk mempromosikan pariwisata juga menjaga kelestarian adat seni dan budaya Klungkung khususnya Nusa Penida. Ia berharap agar kedepannya pariwisata Nusa Penida semakin berkembang dan maju .
Melalui festival ini pula Kementerian Pariwisata berharap bisa mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan ke Nusa Penida sekaligus menambah waktu tinggal wisatawan di daerah kepulauan.
“Selamat dan sukses Nusa Penida Festival 2025, semoga dengan adanya event ini menjadi semangat dan motivasi masyarakat semua untuk bersama-sama menjaga keindahan alam, seni budaya adat istiadat untuk kemajuan Nusa Penida kedepannya,” demikian Hafiz Agung Rifai. (yan)








