
KLUNGKUNG – Pemkab Klungkung menggelar gerakan serentak pengukuran dan intervensi bagi balita serta ibu hamil sebagai langkah strategis mempercepat penurunan angka stunting.
Kegiatan ini melibatkan seluruh posyandu dan tenaga kesehatan di empat kecamatan, sebagai wujud komitmen bersama membangun generasi Klungkung yang sehat dan berkualitas.
Rencana ini terungkap dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Pengukuran Serentak Balita dan Ibu Hamil di Kabupaten Klungkung dipimpin Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra secara daring di ruang rapat Kantor Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD), Kamis (30/10/2025).
Wabup Tjok Surya yang juga selaku ketua tim percepatan penurunan stunting mengatakan penanganan stunting harus tepat sasaran dengan didukung basis data yang akurat, berdasarkan nama dan alamat serta mendata seluruh Ibu hamil yang ada di Kabupaten Klungkung.
“Kami mengajak seluruh komponen masyarakat Klungkung, untuk datang ke posyandu terdekat. Mengajak balita dan ibu hamil serta sasaran Posyandu lainnya untuk memeriksa kesehatan gratis,” ajak Wabup Tjok Surya
Guna mensukseskan kegiatan ini, ia meminta seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, pemerintah kecamatan, pemerintah dan perangkat desa dan kelurahan, untuk mendukung, memfasilitasi dan menggerakkan masyarakat sebagai sasaran datang ke Posyandu.
“Ayo datang ke Posyandu dalam kegiatan Gerakan Serentak Pengukuran Balita dan Ibu Hamil pada bulan November untuk pencegahan dan menurunkan stunting,” imbuhnya.
Kepala Dinas Kesehatan drg. I Gusti Ayu Ratna Dwijawati, M.Kes dalam laporannya, Gerakan Serentak Pengukuran Balita dan Ibu Hamil adalah upaya pemerintah untuk mempercepat penurunan stunting melalui kegiatan pendataan, penimbangan, dan pengukuran yang dilakukan secara bersamaan di seluruh posyandu.
“Gerakan serentak ini akan dilakukan pada minggu pertama sampai dengan Minggu kedua Bulan November 2025 di posyandu terdekat. Sebelum Hari Raya Galungan pengukuran balita dan ibu hamil harus selesai 100 persen,” katanya.
Kabupaten Klungkung sukses dalam menangani kasus stunting dan menjadi rujukan nasional. Dari hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 yang telah dirilis oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), Kabupaten Klungkung berhasil menurunkan angka stunting berturut turut selama tiga tahun sejak 2021.
Tahun 2021 angka prevalensi stunting di Kabupaten Klungkung 19,4%, kemudian tahun 2022 turun menjadi 7,7% dan tahun 2023 menjadi 4,9%. Hingga Mei 2024,berdasarkan pengukuran riil di semua puskesmas,prevalensi sudah di angka 3 persen.Jauh lebih baik dari target pemerintah sebesar 14%.
Keberhasilan itu berbuah manis, tahun 2024 Klungkung menerima insentif fiskal kategori kinerja penurunan stunting. Dari 9 kabupaten/kota di Bali, Klungkung mendapatkan dana insentif paling besar yakni Rp 6.571.794.000. (yan)








