
KLUNGKUNG – Sosok muda berusia 24 tahun, Gede Narayana Putra Mahardhika, kini mencuri perhatian panggung politik di Klungkung. Di usianya yang terbilang sangat muda, ia siap mengemban tanggung jawab besar menahkodai Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kabupaten Klungkung.
Kehadirannya disebut bakal membawa nafas segar bagi perjuangan Hanura dalam menghadapi dinamika politik lima tahun ke depan di Bumi Serombotan.
Langkah politik Gede Narayana bukan datang tiba-tiba. Anak muda ini tumbuh di tengah lingkungan keluarga sarat perjuangan politik. Ibunya, Putu Sri Handayani adalah politisi senior dan tiga kelai pernah duduk di DPRD Klungkung.
Narayana dikenal aktif di berbagai kegiatan kepemudaan dan sosial, setelah menyelesaikan study di Universitas Parahyangan Bandung, jurusan Ilmu Hukum, ia akhirnya memutuskan meniti jalan politik.
Semangatnya yang tinggi, cara berpikir progresif, serta komitmen untuk membangun Klungkung menjadi alasan kuat dirinya dipercaya menduduki kursi kepemimpinan partai berlambang hati nurani tersebut.
“Anak muda agar punya peran, saya tidak ingin terus jadi penonton, tiap lima tahun sekali jadi peserta kampanye. Saya harap pemuda tampil jadi tonggak awal ambil peran dan bisa menentukan arah pembangunan di Klungkung,” kata Narayana melalui sambungan telpon, Selasa (28/10/2025).
Tampilnya Gede Narayana sebagai nahkoda baru Hanura Klungkung dinilai menjadi bentuk regenerasi politik serta mendapat diapresiasi. Sebab, selama ini, politik kerap diidentikkan dengan kalangan senior, namun kemunculan pemimpin muda ini diharapkan dapat mematahkan stigma bahwa politik bukan ruang bagi anak muda.
“Saya menyadari bahwa amanah ini bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab besar untuk membangkitkan kembali semangat politik yang bersih, berintegritas, dan berpihak pada rakyat kecil,” ujarnya.
Untuk langkah awal, ia memfokuskan diri pada konsolidasi internal partai dan mempelajari sudut pandang para senior di Hanura. Ia juga berharap dapat membuka ruang bagi anak-anak muda untuk berperan aktif.
“Target jangka pendek saya adalah konsolidasi internal partai, melihat pandangan para senior, dan mempersiapkan anak-anak muda agar bisa menempati posisi sesuai kompetensinya. Kaum manapun, jika berkompeten, pasti akan saya utamakan,” tegasnya.
Gede Narayana menekankan pentingnya politik yang membangun dan berdaya guna bagi masyarakat. Ia ingin menjadikan Hanura sebagai partai yang tidak hanya hadir menjelang pemilu, tetapi aktif setiap hari dalam mendampingi masyarakat.
Menghadapi dinamika politik yang semakin kompleks, Gede Narayana mengakui tantangan yang dihadapi tidak ringan. Sebagai partai yang ingin kembali diperhitungkan di Klungkung, Hanura perlu kerja keras, terutama dalam membangun kembali kepercayaan publik.
Namun, dengan semangat kolaboratif ia optimistis Hanura dapat bangkit dan kembali menjadi salah satu kekuatan politik yang disegani di tingkat daerah. (yan)








