
KLUNGKUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung bersiap menggelar Festival Kebudayaan Klungkung 2025 pada Oktober mendatang. Festival ini akan menjadi perhelatan perdana yang menandai langkah baru Klungkung dalam memperkuat identitas budaya daerah.
Kepala Dinas Pariwisata Klungkung, Ni Made Sulistiawati, mengatakan festival ini bukan sekadar agenda hiburan, melainkan gerakan bersama untuk merawat warisan budaya.
“Karena ini festival perdana, kami ingin persiapan dilakukan lebih matang. Untuk sementara fokus diarahkan ke Festival Kebudayaan dulu,” ujarnya, Rabu (24/9/2025).
Pemkab Klungkung menegaskan budaya tidak hanya dipandang sebagai peninggalan masa lalu, melainkan sebagai emas peradaban yang terus hidup selama dijaga, diwarisi, dan dimaknai.
Warisan budaya juga dinilai sebagai modal sosial dan aset daerah yang bisa dikembangkan melalui pariwisata, ekonomi kreatif, hingga menjadi sumber pengetahuan dalam memahami perjalanan bangsa.
Festival Kebudayaan Klungkung akan dipusatkan di Monumen Klungkung dan Puri Klungkung, dua titik bersejarah yang sarat makna bagi masyarakat setempat. Berbeda dari festival pariwisata sebelumnya, agenda ini lebih menonjolkan seni dan tradisi lokal.
Atraksi yang dipersiapkan cukup beragam, mulai dari pertunjukan seni tradisional, pementasan tari-tarian klasik, hingga karnaval budaya. Semua diarahkan untuk menghadirkan wajah asli Klungkung sebagai pusat warisan seni dan budaya Bali.(yan)








