
GIANYAR – Derasnya hujan ekstrem yang mengguyur Kabupaten Gianyar selama dua hari berturut-turut, Selasa (9/9/2025) hingga Rabu (10/9/2025), menimbulkan bencana beruntun.
Longsor dan banjir besar melanda sejumlah wilayah, bahkan menelan korban jiwa di Desa Temesi dan Desa Lebih, Kecamatan Gianyar. Di Desa Temesi, seorang nenek berusia 70 tahun, Ni Made Latif, meninggal dunia setelah tertimpa reruntuhan tembok rumahnya yang roboh.
Peristiwa memilukan itu terjadi sekitar pukul 03.00 Wita saat korban tidur bersama tiga cucunya. Suara gemuruh terdengar dari kamar bagian utara rumah, sebelum tembok penyengker setinggi tiga meter jebol dan menghantam tembok kamar.
Tembok roboh seketika menimpa penghuni. Ketiga cucu korban, Ni Putu Tina Puspantari (22), Ni Kadek Dwi Pusparianti (20), dan Ni Komang Tika Puspita Putri (12) selamat meski mengalami luka-luka.
Saksi mata, I Komang Kariana (46), semula mengira suara keras itu akibat gempa. Namun saat mendobrak pintu kamar bersama warga lain, ia mendapati korban sudah tertimpa reruntuhan, sementara cucu-cucunya berusaha menyelamatkan diri dengan kondisi panik. Korban sempat dilarikan ke RS Famili Husada, tetapi nyawanya tidak tertolong. Tak hanya di Temesi, longsor di Desa Lebih juga merenggut nyawa seorang warga.
“Korban meninggal dunia akibat tertimbun longsor ada dua orang,” ungkap Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar, I Gusti Ngurah Dibya Presasta.
Banjir Meluas ke Ubud hingga Batubulan
Bencana tak berhenti pada longsor. Hujan ekstrem juga menyebabkan banjir besar di berbagai wilayah. Jalur utama Batubulan–Tohpati, Denpasar, lumpuh total setelah tergenang air setinggi pinggang orang dewasa. Kendaraan tidak bisa melintas selama berjam-jam.
Di Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh, puluhan rumah warga terendam. Arus air yang deras memaksa tim gabungan dari BPBD, TNI, dan Polri melakukan evakuasi dengan bantuan tali. Suasana dramatis mewarnai proses penyelamatan warga yang sebagian besar sudah panik.
Wilayah Ubud pun tidak luput dari terjangan banjir. Genangan melanda Jalan Gunung Sari Peliatan, Lodtunduh, hingga Desa Keramas. Beberapa akses jalan berubah seperti aliran sungai.
Pohon Tumbang dan Desa Terisolasi
Hujan lebat disertai angin kencang juga menyebabkan sejumlah pohon tumbang. Di Jalan Manggis, Candibaru, pohon besar menimpa badan jalan, menimbulkan kemacetan. Di Desa Suwat, material longsor menutup akses jalan, membuat arus lalu lintas terganggu.
Pemkab Gianyar Imbau Warga Tetap Waspada
Sekda Gianyar, I Gusti Bagus Adi Widhya Utama, yang turun langsung ke lapangan bersama kepolisian dan TNI, mengingatkan masyarakat agar lebih waspada menghadapi cuaca ekstrem.
“Curah hujan cukup tinggi, di Batubulan banjir, longsor di beberapa titik. Kami bersama aparat turun membantu warga membersihkan material. Tetap waspada terhadap potensi bencana susulan,” tegasnya. (yan)








