
BADUNG – Bali menjadi kota terakhir dalam rangkaian penyelenggaraan ‘Innovation Day 2025’ oleh Schneider Electric™. Mengusung tema ‘Powering Bali’s Sustainable Future with Net-Zero Buildings’, forum yang dilaksanakan di The Nusa Dua pada Rabu (3/9/2025) ini menjadi wadah kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat adopsi solusi berkelanjutan di sektor bangunan dan hunian yang efisien, rendah emisi, serta selaras dengan target Net Zero Emission (NZE) Indonesia 2060 dan Bali Net Zero Emission 2045. Melalui rangkaian diskusi dan demonstrasi teknologi inovatif, Schneider Electric menghadirkan solusi nyata guna menciptakan ekosistem bangunan dan hunian yang aman dan berkelanjutan.
Untuk diketahui, sebagai bagian dari strategi nasional, Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya telah menetapkan standar Bangunan Gedung Hijau (BGH) dalam Permen PUPR No 21/2021 dan Bangunan Gedung Cerdas (BGC) dalam Permen PUPR No 10/2023 guna mendorong pembangunan rendah karbon.
Implementasi regulasi yang kian relevan bagi pertumbuhan pariwisata dan hunian di Bali, membuka peluang replikasi lebih luas guna mempercepat terciptanya ekosistem bangunan berkelanjutan di tingkat daerah maupun nasional.
Kepala Balai Teknik Sains Bangunan, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum, Fajar Santoso Hutahaean S.T., M.S.E. menyebutkan, sektor bangunan dan hunian, memegang peran besar dalam konsumsi energi sekaligus potensi pengurangan emisi. Penerapan BGH dan BGC, menjadi fondasi untuk memastikan pembangunan yang efisien, aman, dan berkelanjutan, termasuk di daerah pariwisata seperti Bali.
“Kami mengapresiasi inisiatif Schneider Electric menghadirkan forum kolaboratif ini, dan mengajak seluruh pihak memperkuat sinergi menuju ekosistem bangunan dan hunian berkelanjutan di Indonesia,” sebutnya.
Sementara itu, President Director Schneider Electric Indonesia & Timor Leste, Martin Setiawan menyebutkan, transformasi menuju bangunan dan hunian berkelanjutan hanya dapat tercapai jika pemerintah, industri, serta masyarakat bergerak bersama. Dan Innovation Day Bali, menjadi bukti bagaimana solusi digital dan kerjasama lintas sektor dapat mempercepat terciptanya bangunan dan hunian yang efisien, aman, dan rendah karbon.
“Komitmen kami adalah menghadirkan teknologi yang memberi dampak positif, memberdayakan masyarakat untuk memaksimalkan energi dan sumber daya, sekaligus menjembatani kemajuan dan keberlanjutan. Semangat inilah yang terus mendorong Schneider Electric untuk terus hadir sebagai mitra terpercaya dalam mewujudkan efisiensi baik di Bali maupun Indonesia,” ucapnya.
Untuk diketahui pula, dalam Innovation Day 2025 di Bali, juga dilaksanakan diskusi panel bertajuk ‘Transformasi Hijau di Sektor Hospitality: Dari Operasi Cerdas Menuju Keberlanjutan’. Sesi diskusi ini membahas bagaimana sektor perhotelan dan layanan kesehatan di Bali, dapat menjadi pionir dalam perjalanan menuju pariwisata berkelanjutan.
“Transformasi menuju bangunan cerdas dan hijau tidak semata-mata bergantung pada kecanggihan teknologi. Teknologi hanya akan efektif bila ditopang oleh kesiapan sumber daya manusia yang kompeten, adaptif, dan visioner. Karena itu, HAEI terus mendorong peningkatan kapasitas tenaga ahli elektro melalui pelatihan, sertifikasi, dan forum keilmuan agar mereka mampu menjawab tantangan sekaligus memanfaatkan peluang dari transformasi energi,” ucap Ketua Umum Himpunan Ahli Elektro Indonesia (HAEI), Ir. Achmad Sutowo Sutopo, MT, MARS, ACPE, IPU, P.H.Eng. Dengan SDM unggul yang didukung kolaborasi lintas sektor, maka diyakini Indonesia dapat mempercepat implementasi sistem kelistrikan cerdas di sektor bangunan. Dan menjadikan itu, sebagai fondasi penting menuju target Net Zero Emission 2060. (adi,dha)








