
KLUNGKUNG – Ombak besar di perairan wilayah Kampung Kusamba, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung kembali menelan korban materi. Sebuah sampan pengangkut barang bernama Sri Merta Sari 2 hancur setelah dihantam gelombang besar pada Kamis (28/8/2025) sekitar pukul 09.30 Wita.
Peristiwa ini terjadi ketika sampan yang dikemudikan I Made Darma (56), warga Banjar Karangnadi, Desa Kusamba, tengah bersiap mengangkut barang menuju Nusa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sampan tersebut membawa berbagai material bangunan seperti pasir, semen, cat, dan tabung gas kecil. Namun, cuaca mendadak berubah. Ombak besar yang datang secara tiba-tiba menghantam bagian depan sampan hingga pecah dan hancur.
“Saat itu kami sedang menaikkan muatan. Tiba-tiba ombak besar datang dan menghantam bagian depan sampan. Tidak ada waktu untuk menghindar,” ungkap Made Darma yang menjadi kapten sampan.
Akibat hantaman gelombang tersebut, seluruh muatan yang hendak dikirim ke Nusa Lembongan hanyut ke laut. Hanya sebagian kecil barang yang berhasil diselamatkan oleh awak dan warga sekitar.
Sekitar pukul 10.45 Wita, potongan sampan yang hancur berhasil ditarik ke pesisir pantai Kampung Kusamba.Kapolsek Dawan bersama personel Polsek segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan warga. Polisi juga berkoordinasi dengan Sat Polairud Polres Klungkung untuk penanganan lebih lanjut.Dari hasil pemeriksaan, peristiwa ini murni akibat kondisi cuaca yang tidak menentu.
Pemilik sampan, Romi Susianta, warga Nusa Lembongan, diperkirakan mengalami kerugian besar akibat insiden ini. Nilai kerugian material mencapai sekitar Rp1 miliar. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Dua saksi mata, yakni Rafii (55), warga Kampung Kusamba, dan I Wayan Wijaya (55), petugas sabandar yang kebetulan berada di lokasi, membenarkan bahwa ombak besar muncul mendadak.
“Tidak ada tanda-tanda sebelumnya. Tiba-tiba ombak besar datang dan langsung menghantam,” tutur Rafii.
Polisi mengimbau para nelayan dan pemilik kapal untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut. Saat ini, gelombang tinggi masih berpotensi terjadi di wilayah perairan Bali akibat cuaca yang tidak menentu.(yan)








