
GIANYAR – Kabar rencana renovasi Pasar Ubud, khususnya di Blok Timur, menimbulkan keresahan di kalangan pedagang. Pasalnya, sosialisasi resemi terkait relokasi sementara bagi pedang belum ada dari dinas terkait.
Sementara informasi di lapangan, pedagang mendapatkan informasi terkait renovasi itu dari pesan instans yang beredar di kalangan pedagang. Pedagang makin resah saat ada pesan melalui pelantang dari petugas pasar, mereka harus mengosongkan lokasi berjualan paling lambat awal September ini.
Awalnya, ratusan pedagang hendak mendatangi Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gianyar, Rabu (27/8).Tapi akhirnya sebanyak 18 perwakilan pedagang mendatangi Kantor Disperindag Kabupaten Gianyar pada Rabu (27/8/2025) untuk meminta kejelasan informasi.
Mereka menilai informasi dari pemerintah terlalu mendadak dan terkesan tidak transparan. Perwakilan pedagang, I Ketut Torki, mengungkapkan kabar renovasi tersebut awalnya mereka terima melalui pesan WhatsApp dari petugas pasar.
Hal ini membuat pedagang ragu, lantaran informasi resmi seharusnya disampaikan melalui sosialisasi langsung dengan surat berkop resmi dan tanda tangan pejabat terkait.
“Infonya dikirim lewat WA. Katanya Pemkab Gianyar akan merenovasi blok Timur. Awalnya saya tidak percaya, karena setahu kita kalau sosialisasi resmi pasti ada pertemuan, ada tanda tangan pejabat. Ini kan tidak jelas,” keluh Torki.
Menurutnya, pedagang khawatir dengan ketidakjelasan nasib mereka selama proses renovasi. Lebih-lebih sebagian besar pedagang menghandalkan dari hasil berjualan untuk menyambung hidup.
Mereka menuntut adanya kepastian waktu pelaksanaan dan lokasi relokasi sementara. Ia bahkan menyinggung pengalaman saat kebakaran Pasar Ubud beberapa waktu lalu.
“Kalau bisa jangan seperti ini. Waktu kebakaran di blok barat, pemerintah cepat bertindak. Pedagang korban kebakaran diterima dengan baik di blok Timur. Tidak ada gejolak, hubungan bagus,” tegasnya.
Pemerintah Akui Kekurangan Sosialisasi
Menanggapi keresahan pedagang, Sekretaris Disperindag Gianyar, I Wayan Suarta, mengakui adanya miskomunikasi di lapangan. Ia meminta maaf atas kekacauan informasi yang diterima pedagang dan menegaskan proses renovasi belum akan dilakukan dalam waktu dekat, karena masih proses tender.
“Kami mohon maaf kalau informasi yang sampai berbeda-beda. Saat ini renovasi masih tahap persiapan. Proses tender baru akan dimulai, biasanya berlangsung sekitar sebulan. Jadi pedagang masih bisa berjualan selama masa itu,” jelas Suarta.
Bahkan setelah tender dimenangkan, lanjutnya, masih ada masa sanggah selama 10 hari sebelum pekerjaan dimulai. Dengan begitu, pedagang tidak perlu panik karena masih memiliki waktu untuk mempersiapkan diri.
Relokasi Masih Dicari, Pedagang Diminta Tenang
Terkait relokasi sementara, Suarta mengungkapkan bahwa pihaknya sedang menjajaki beberapa lokasi alternatif. Namun, ia memastikan pemerintah tidak akan melepas tanggung jawab dan akan berusaha menyiapkan tempat yang layak bagi pedagang.
“Kami sedang koordinasi untuk mencari tempat yang cocok. Prinsipnya, tidak boleh ada pedagang yang dirugikan,” ujarnya.
Meski demikian, Suarta mengimbau pedagang untuk tidak mudah terpancing isu dan menunggu informasi resmi dari pemerintah daerah. (yan)








