
BULELENG – Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja terus mengimplementasikan komitmen dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Buleleng.
Selain meningkatkan kualitas lulusan, melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) yang lolos pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Republik Indonesia tahun 2025, Undiksha dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi juga hadir mendorong mahasiswa untuk bertumbuh sebagai agen perubahan menuju pembangunan nasional yang selaras dengan kerangka Sustainable Development Goals (SDGs).
“PPK Ormawa bukan sekedar program hibah yang bersifat seremonial. Ia hadir sebagai platform strategis yang mendorong mahasiswa untuk bertumbuh sebagai agen perubahan,” tandas Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Hubungan Masyarakat Undiksha Singaraja, Prof. Dr. I Ketut Sudiana saat audensi dengan Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Buleleng, Drs Nyoman Widiartha, Kamis (31/7/2025).
Pada pertemuan tersebut, Warek Sudiana mengapresiasi kesepakatan tentang pentingnya sinergi lintas sektor, antara kampus dan pemerintah daerah antara lain melalui PPK-Ormawa sebagai upaya strategis memastikan keberlanjutan program pembangunan, khususnya penguatan pembangunan desa berbasis potensi lokal.
“Melalui program PPK-Ormawa, mahasiswa tidak hanya menganalisis persoalan riil yang terjadi di masyarakat, tetapi juga terlibat langsung dalam merancang dan mengimplementasikan solusi berbasis potensi lokal,” jelasnya.
Melalui program ini, Undiksha Singaraja sesuai visi ‘Menjadi Universitas Unggul pada Tahun 2045 Berlandaskan Falsafah Tri Hita Karana di Asia’ hadir ditengah masyarakat untuk menunjukkan bagaimana dunia akademik mampu menjembatani kebutuhan warga masyarakat dengan arah pembangunan nasional,terutama yang selaras dengan kerangka SDGs.
“Ada empat program inovatif yang sudah dirancang dan mendapatkan kepercayaan untuk dijalankan,” tandasnya.
Sudiana memaparkan, di Desa Julah Kecamatan Tejakula, mahasiswa merancang program ‘Optimalisasi Desa Kuno Julah sebagai Desa Wisata Cultural Tourism berbasis Kearifan Lokal Tri Hita Karana’.
“Program ini bertujuan mendorong pelestarian budaya lokal melalui revitalisasi ritual, pengemasan atraksi wisata dan pelatihan masyarakat dalam bidang hospitality, sembari menjunjung nilai-nilai harmoni dalam falsafah Tri Hita Karana,” terangnya.
Di Desa Tigawasa Kecamatan Banjar, mahasiswa melalui pendekatan humanistik sebagai kunci merancang program bertajuk ‘Penerapan Literasi Humanis berbasis Kumara’.
“Dengan menyasar peningkatan literasi masyarakat desa, terutama dalam konteks keluarga dan anak usia dini, mahasiswa berupaya mengangkat filosofi kumara sebagai pijakan dalam mengintegrasikan nilai-nilai lokal dengan pendekatan pendidikan untuk memberdayakan sekaligus menyentuh langsung kehidupan warga masyarakat setempat,” jelasnya.
Melalui program PPK-Ormawa, lanjut Sudiana, Mahasiswa Undiksha juga menyasar warga masyarakat pesisir Bali Utara, tepatnya di Desa Penuktukan Kecamatan Tejakula.
“Melalui pendekatan holistik dalam membangun destinasi pariwisata bahari yang berkelanjutan, menjadikan daerah pesisir Desa Penuktukan sebagai laboraturium ekowisata yang dinamis melalui program Transformasi Wisata Bahari Berbasis Blue Economy,” ungkapnya.
Program ini dirancang untuk mengintergasikan edukasi konservasi terumbu karang, digitalisasi UMKM, pelatihan snorkeling, dan penguatan kapasitas keuangan masyarakat berbasis digital sebagai ekosistem kelautan menuju destinasi wisata bahari berbasis kearifan lokal.
Sementara di Desa Munduk Kecamatan Banjar, melalui program ‘Pengembangan Desa Wisata Berbasis Geoagro-Edu Tourism’, mahasiswa merancang sinergitas geowisata, pertanian dan edukasi berbasis pengalaman sebagai destinasi wisata terbarukan dengan potensi alam dan agro sebagai kekuatan utama.
Selain memperkuat entitas potensi lokal desa, Sudiana juga berharap program ini mampu meningkatkan daya saing destinasi wisata di tengah tren pariwisata yang tak lagi rame-rame ke tempat mainstream, tapi mencari pengalaman wisata yang lebih bersifat personal.
“Keempat program ini menjadi cerminan dari arah pembangunan berkelanjutan yang ingin dicapai desa-desa tangguh, berdaya dan tetap berpijak pada akar budaya lokal. Undiksha hadir tak hanya sebagai institusi pendidikan tinggi, tetapi juga bersama masyarakat menciptakan solusi kontekstual dan berdampak, sebagai mitra pembangunan melalui kolaborasi erat dengan berbagai pihak,”tegasnya.
Dukungan DPMD tak hanya diapresiasi sebagai penegasan PPK-Ornawa bukan semata ruang belajar mahasiswa, tapi juga sekaligus instrumen pembangunan yang dapat meningkatkan kapasitas warga masyarakat desa secara langsung.
“Melalui pendampingan intensif, kolaborasi dan pendekatan partisipatif, program ini diharapkan menjadi model yang bisa direplikasi wilayah lain, dengan Undiksha sebagai pionir,” tandasnya.
Ia menambahkan, keterlibatan mahasiswa dalam PPK Ormawa membuka ruang belajar autentik dan transformatif ditengah kompleksitas permasalahan sosial dan lingkungan.
“Mereka tidak hanya menerapkan ilmu dari ruang kelas, tetapi juga mengembangkan empati, kepemimpinan sosial, dan tanggung jawab kolektif. Ini kami harapkan dapat terimplementasikan, khususnya di wilayah Kabupaten Buleleng. Kami ingin mahasiswa belajar untuk hadir bersama masyarakat menciptakan solusi kontekstual dan berdampak,” tandas Sudiana diapresiasi Widiartha.
Selaku Plt. Kepala DPMD Buleleng, Nyoman Widiartha mengapresiasi PPK-Ornawa sebagai kiprah nyata Undiksha bersama mahasiswanya dalam pembangunan desa.
“PMD Buleleng sangat mendukung program ini, terlebih karena ini juga bagian dari tugas kami untuk memberdayakan masyarakat agar bisa menjadi lebih baik,” tandas Widiartha yang juga mengapresiasi program PPK Ormawa sebagai jalan peduli Undiksha Singaraja sebagai Kampus Berdampak.
“Kampus yang tak sekadar hadir untuk menggurui, tapi bertumbuh dan membangun bersama masyarakat berbasis data, nilai-nilai lokal dan sinergi lintas sektor menjadi fondasi utama untuk menciptakan masa depan Buleleng yang lebih tangguh, lestari dan berdaya saing global,” pungkasnya. (kar/jon)








