
GIANYAR – Anggota DPRD Gianyar, I Nyoman Buda Antara turun langsung menyikapi meluasnya serangan hama tikus yang berdampak signifikan terhadap hasil panen di Subak Patas, Desa Kenderan. Ia memberikan bantuan racun tikus kepada para petani.
Langkah ini diambil secara pribadi mengingat stok obat pengendali hama di tingkat kabupaten telah habis. Nyoman Buda Antara menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap kondisi yang dialami masyarakat Subak Patas.
Ia menyebut sekitar 95 persen tanaman padi tidak dapat dipanen, bahkan beberapa petani sama sekali gagal panen akibat serangan hama tikus.
Ia mengungkapkan, serangan hama tikus ini mulai meluas ke area subak lainnya di sekitar Subak Patas.
“Tentu kita sangat prihatin dengan kondisi ini. Oleh karena itu, penanganan hama tikus harus dilakukan secara sekala (fisik) dan niskala (spiritual),” ujar Buda Antara, Senin (5/5/2025).
Secara sekala, lanjutnya, penanganan dilakukan melalui pemberian racun, fogging, dan aksi keroyokan secara gotong royong. Sedangkan secara niskala, masyarakat dihimbau untuk memohon keselamatan dan perlindungan melalui persembahyangan di Pura Ulun Suwi.
Menurutnya, ebagai umat Hindu di Bali, usaha sekala perlu disertai dengan keyakinan spiritual agar mendapat restu Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Di hadapan para petani serta perwakilan dari BPP dan PPL Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar, Buda Antara juga menyampaikan harapan agar Pemerintah Kabupaten Gianyar dapat segera turun tangan membantu pengendalian hama tikus di Subak Patas, termasuk melalui kegiatan fogging dan distribusi racun tikus.
“Pembagian racun tikus ini saya lakukan sebagai langkah awal sebelum musim tanam padi berikutnya dimulai, dengan harapan dapat meminimalkan potensi gagal panen di masa mendatang,” pungkasnya. (jay)








