
INDIA –Momen bersejarah terjadi dalam gelaran International Youth Leadership Camp yang berlangsung dari 21 hingga 25 April 2026 di kawasan suci Kushinagar, tempat Buddha Gautama mencapai parinirvana.
Dalam acara yang diikuti oleh lebih dari 300 peserta dari India, Nepal, Myanmar, dan Indonesia ini, tokoh spiritual asal Bali, Ida Rsi Putra Manuaba, menyerahkan simbol perdamaian berupa Genta Bali kepada Shri Dayashankar Mishra, Menteri Ayush dari negara bagian Uttar Pradesh, India.
Penyerahan ini menjadi simbol jalinan persahabatan dan kolaborasi lintas negara dalam misi perdamaian, pelayanan kemanusiaan, serta penyebaran nilai-nilai universal yang mengakar dalam spiritualitas timur.
Dalam orasi kemanusiaannya, Ida Rsi Putra Manuaba menyampaikan ajaran NAWARATNA Teaching for Shantisena, yaitu Swadhyaya, Swadeshi, Swaraj sebagai tujuan utama Shantisena. Nilai-nilai tersebut menjadi dasar hidup sehari-hari di Ashram Gandhi Puri: Sadhana, Seva, Samarpanam, dan Tyaga.
“Saya memulai perjalanan panjang sejak tahun 1992 dan memilih jalan Karma Yogi pada 1997. Dari kehidupan sederhana saya belajar menjadi hamba, dari nol menuju kontribusi, dari model menjadi panutan,” ungkap Ida Rsi Putra Manuaba dalam press realese yang diterima wartabalionline.com, Rabu (23/4/2025)
Ia juga berbagi tentang inisiatifnya dalam membina generasi muda melalui Shantisena Agp, sebuah program tahunan yang melibatkan 27 peserta di Ashram Gandhi Puri. Ida Rsi mempersiapkan sembilan RshiKumara untuk menjaga keberlanjutan nilai-nilai ini.
“Rumah saya adalah dunia, dan semua manusia adalah saudara saya,” tambahnya.
Ia menegaskan misinya sebagai pelayan kemanusiaan. Dalam pidatonya, ia menyampaikan makna mendalam dari panggilan Brahmacharya, menjadi pelayan bagi sesama dan menghadirkan kasih Tuhan dalam tindakan nyata.
“Menjadi pelayan tidak hanya berarti bertindak, tetapi juga mendengarkan, berkomunikasi dengan Tuhan melalui keheningan hati. Ini adalah panggilan untuk hidup yang penuh makna dan kebahagiaan sejati,”tandasnya.
Acara ini juga diwarnai dengan penampilan budaya yang sarat nilai spiritual, seperti Tari YogaArt oleh Yuda Ramadika, WiraArya, dan Tari Geringsing oleh Cinta Sawitri. Keduanya tampil memukau di hadapan Menteri Ayush Uttar Pradesh dan seluruh peserta kamp.
Lebih dari sekadar seremoni, momen ini menjadi langkah nyata menuju kolaborasi antarbangsa dalam bidang yoga dan ayurveda, sebagai bagian dari inisiatif global World Wellness Initiative.
Ida Rsi menutup pidatonya dengan ajakan penuh harapan.
“Mari bergandengan tangan, memulai dari hal-hal sederhana, membangun oase perdamaian dari desa kita demi masa depan Gram Swaraj,” demikian Ida Rsi Putra Manuaba.(*)








