
BADUNG – Tembok penyengker berbahan bata merah di Pantai Kuta tampak mulai kusam. Jamur dan lumut menghiasi di banyak titik, dan tidak sedikit pula terlihat pasangan bata yang terlepas.
Bendesa Adat Kuta, Komang Alit Ardana menilai, tembok penyengker Pantai Kuta memang terbilang sudah membutuhkan pemeliharaan. Apalagi atas fisik tembok yang rendah, fenomena duduk-duduk di atas tembok masih sering jadi temuan.
“Tembok memang banyak lepas karena daya rekatnya tidak bagus. Kedua, memang banyak yang naik turun dan duduk-duduk di tembok,” ungkapnya.
Pihaknya, melalui Satgas Pantai Kuta, sudah sering kali memberikan teguran jika menemukan perilaku semacam itu. Namun fenomena dirasa masih kerap terjadi secara kucing-kucingan.
Bagaimana dengan langkah perbaikan? Ditanya demikian, Alit Ardana menyebut bahwa pihaknya tidak berani untuk berbuat sejauh itu. Karena disadarinya, hal itu berkenaan dengan pertanggungjawaban aset.
“Takutnya, kalau kami yang mengambil (melakukan perawatan), nanti malah salah. Kami tidak mau seperti itu, walaupun niat kami baik,” sebutnya.
Karenanya, dia mendorong agar Pemerintah Kabupaten Badung segera melakukan perawatan. Baik itu melakukan pembersihan terhadap jamur ataupun lumut, serta memperbaiki bata-bata yang lepas. (adi)








