
KUTA – Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar mengeluarkan peringatan dini terkait potensi peningkatan pasang maksimum air laut di sejumlah wilayah pesisir Bali. Fenomena alam ini diprediksi berlangsung selama sepekan, terhitung sejak tanggal 13 hingga 19 Juli 2026.
Kepala BBMKG Wilayah III Denpasar, Cahyo Nugroho menjelaskan, peningkatan ketinggian air laut maksimum ini dipicu oleh fenomena astronomi Super New Moon, yaitu kondisi di mana Bulan berada pada posisi terdekat dengan Bumi (Perigee) bersamaan dengan fase Bulan Baru.
“Adanya fenomena Super New Moon pada tanggal 14 Juli 2026 berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum di beberapa wilayah pesisir Bali,” kata Cahyo Nugroho dalam keterangan resminya.
Cahyo memaparkan, terdapat enam wilayah pesisir di Bali yang masuk dalam zona waspada dan berpotensi terdampak langsung oleh pasang maksimum ini. Antara lain yakni Pesisir Selatan Kabupaten Jembrana, Pesisir Selatan Kabupaten Tabanan, Pesisir Kabupaten Badung, Pesisir Kota Denpasar, Pesisir Kabupaten Gianyar, dan Pesisir Selatan Kabupaten Klungkung.
“Potensi pasang maksimum ini berbeda waktu, baik hari maupun jamnya di tiap-tiap wilayah. Yang secara umum akan memengaruhi dinamika aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir,” imbuhnya.
BBMKG Wilayah III Denpasar pun memetakan beberapa sektor yang rentan terganggu akibat fenomena ini, seperti aktivitas bongkar muat komoditas di pelabuhan, aktivitas warga di pemukiman pesisir, hingga tambak garam dan perikanan darat. Menyikapi kondisi tersebut, Cahyo mengimbau agar masyarakat tidak panik namun tetap meningkatkan kesiapsiagaan guna mengantisipasi dampak yang mungkin ditimbulkan.
“Masyarakat kami imbau untuk selalu waspada dan siaga. Pastikan untuk terus memperhatikan pembaruan informasi cuaca maritim resmi dari BMKG,” tegasnya.*








